BPBD Minahasa Gelar Pelatihan Mitigasi, Perkuat Peran Jurnalis dalam Edukasi Bencana
Minahasa, AktualNusantara – Dalam upaya memperkuat peran media dalam penanggulangan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa mengadakan Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana selama dua hari pada Kamis (31/10/2024) dan Jumat (1/11/2024) di Wisata Sumaru Endo, Desa Leleko, Kecamatan Remboken.
Pelatihan ini diikuti oleh sejumlah jurnalis dari berbagai media, bertujuan meningkatkan kapasitas jurnalis dalam peliputan kebencanaan sekaligus menyebarkan informasi akurat kepada masyarakat.
Kepala BPBD Minahasa, Lona Wattie, S.STP, MAP, menyampaikan dalam sambutannya bahwa jurnalis memiliki peran yang sangat penting dalam menyampaikan informasi terkait bencana kepada publik.
"Dengan adanya pelatihan ini, BPBD Minahasa berharap jurnalis dapat berkontribusi lebih besar dalam membangun ketangguhan masyarakat terhadap bencana," ujarnya.
Lona juga menambahkan pentingnya kerja sama yang erat antara BPBD dan media dalam mendukung upaya mitigasi bencana di Kabupaten Minahasa.
Berdasarkan data dari Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI), Kabupaten Minahasa berada di posisi ke-14 sebagai daerah rawan bencana nasional, serta menduduki peringkat pertama dari 15 kabupaten/kota di Sulawesi Utara.
Merel Sumarauw, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan langkah pemerintah untuk memberikan rasa aman serta melindungi warga, termasuk para insan pers yang berada di garis depan saat terjadi bencana.
Materi pelatihan hari pertama mencakup pemahaman mendalam tentang peliputan bencana, jenis-jenis bencana, serta pentingnya peran jurnalis dalam mengedukasi masyarakat terkait mitigasi.
Narasumber dari kalangan jurnalis, Mercy Rampengan dan Kelly Korengkeng, memberikan materi tentang kesiapan peliputan bencana dan keselamatan jurnalis di lapangan. Kelly Korengkeng, seorang wartawan TVRI, menekankan pentingnya persiapan perlengkapan yang tepat dan keamanan jurnalis dalam situasi darurat.
Ia juga menyarankan agar setiap jurnalis melapor kepada otoritas seperti pemerintah dan TNI/Polri sebelum melakukan peliputan di lokasi bencana.
Pelatihan berlanjut di hari kedua dengan materi evakuasi dan penyelamatan korban bencana dalam situasi darurat. Narasumber dari BASARNAS, yakni Steven Lumowa dan Joike Ondang, memandu para peserta dalam simulasi evakuasi korban bencana.
BPBD Minahasa berharap agar pelatihan ini dapat membekali jurnalis dengan keterampilan dan pengetahuan yang mumpuni dalam menghadapi situasi bencana, sehingga mereka dapat memberikan informasi yang akurat dan mendidik masyarakat untuk lebih siap menghadapi potensi bencana di masa depan.


Komentar via Facebook