Gubernur Sulut Pimpin Ziarah Peringati HUT ke-61, Tegaskan Semangat Juang Sam Ratulangi Tetap Hidup



Minahasa, AktualNusantara- Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, SE, memimpin ziarah ke makam Dr. G.S.S.J. Ratulangi di Tondano, Minahasa, dalam rangka memperingati HUT ke-61 Provinsi Sulut. Upacara yang berlangsung khidmat ini dihadiri juga oleh jajaran Forkopimda dan pejabat Pemprov Sulut. Ziarah diawali dengan penghormatan, peletakan karangan bunga, dan tabur bunga di pusara sang pahlawan nasional yang dikenal sebagai pejuang pendidikan dan politik.

Gubernur Yulius menyampaikan bahwa ziarah ini bukan hanya sebagai penghormatan, tapi juga sebagai refleksi atas perjuangan besar dan gagasan Dr. Sam Ratulangi yang tetap relevan untuk membangun Sulut maju dan sejahtera. Momentumnya sekaligus mengingatkan pentingnya nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan pengabdian yang diwariskan para pendiri daerah.

Menurut Gubernur, peringatan HUT ke-61 menjadi pengingat agar seluruh elemen masyarakat menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai fondasi kuat dalam melangkah ke masa depan Sulawesi Utara. Semangat kebersamaan dan kerja keras menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Ziarah ini juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulut untuk terus menjaga dan melestarikan semangat kebangsaan yang telah diwariskan oleh Dr. Sam Ratulangi. Pemerintah ingin memastikan bahwa ide-ide besar pendiri daerah menjadi pengarah dalam setiap langkah pembangunan dan pelayanan bagi warga.

Keberadaan Dr. Sam Ratulangi sebagai tokoh pendidikan dan pendiri semangat “Si Tou Timou Tumou Tou” menjadi inspirasi bagi generasi sekarang untuk terus menanamkan nilai-nilai kebaikan dan kemajuan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat ikatan sejarah dan budaya yang erat dengan identitas Sulut.

Para pejabat dan masyarakat yang ikut dalam ziarah menunjukkan rasa hormat yang mendalam terhadap jasa-jasa pahlawan nasional ini. Suasana penuh rasa syukur dan penghormatan ini membangkitkan semangat bersama untuk terus memajukan daerah dengan kebersamaan.

Ziarah bukan hanya seremonial, tapi juga menjadi momentum evaluasi dan introspeksi bagi pemerintah dan warga agar tetap menjaga semangat pembangunan yang inklusif dan merata. Pemerintah berharap nilai perjuangan ini dapat menjadi pijakan dalam menghadapi tantangan masa depan.

Momen ziarah ini juga menjadi pengingat bahwa penghormatan terhadap pahlawan dan pendiri daerah harus terus hidup dalam tindakan nyata. Dengan kebersamaan dan dedikasi, Sulut diyakini akan mencapai kemajuan dan kesejahteraan yang berkelanjutan. (**)