Pangdam XIII Merdeka Apresiasi Inisiatif Dr. Maya Rumantir Dalam Doa Bersama Lintas Agama



Sulut, AktualNusantara- Musyawarah doa lintas agama baru-baru ini di Sulawesi Utara mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak, termasuk Pangdam XIII Merdeka yang diwakili oleh Aster Kolonel Infanteri Alfian SIP. Ia menyebutkan bahwa Indonesia sedang diuji dan kegiatan doa bersama ini menjadi contoh penting bagi daerah lain.

“Kita diajak untuk tidak terprovokasi dan menyatukan doa demi Indonesia yang kita cintai,” ujarnya, mengingatkan pentingnya persatuan di tengah tantangan bangsa.

Sementara itu, Fir Bimas Polda Sulut, Julianto Sirait, membawa sambutan Kapolda Sulut dengan menggarisbawahi bahwa kegiatan doa lintas agama adalah sarana memperkuat spiritual dan menjaga keamanan negara. Kondisi yang kondusif memungkinkan pemerintah bekerja dengan maksimal dan mempererat tali persaudaraan.

Dr. Ulyas Taha MPd, Kakanwil Kemenag Sulut, menjelaskan bahwa negara ini lahir dari doa Tuhan Yang Maha Kuasa. Kemenag harus menjadi milik semua agama untuk mendukung kerukunan dan kebersamaan.

Wakil Gubernur Sulut, Dr. Victor Mailangkay SH, MH, membacakan sambutan Gubernur Yulius Selvanus SE yang menekankan bahwa pertemuan ini bukan hanya berkumpul, tapi sebuah misi luhur. Dari Sulut, cahaya harapan dan doa dinyalakan dengan semangat “Cintai Bangsamu, Kasihi Sesamamu.”

Dalam suasana damai, Victor mengingatkan bahwa bangsa yang besar membutuhkan kepedulian dan nilai toleransi. Sulut dikenal dengan falsafah “Torang Samua Basudara,” yang menjadikan perbedaan bukan penghalang, melainkan kekuatan yang menyatukan.

Ia mengajak semua pihak menjaga semangat toleransi dan menjadikan cinta sebagai penghubung antarumat beragama demi Indonesia yang bersinar dan damai.

Dr. Maya Rumantir, inisiator doa bersama lintas agama ini, mendapat banyak pujian atas perjuangannya membangun persatuan dan rasa cinta tanah air melalui kegiatan spiritual ini.

Doa bersama ini dipandang sebagai bentuk nyata pengabdian terhadap bangsa, mengajak seluruh masyarakat untuk terus berdoa demi keamanan, kedamaian, dan kesejahteraan.

Maya juga dikenal aktif membawa lagu-lagu penuh makna yang menyatukan hati bangsa, menjadikan setiap doa sebagai energi positif untuk persatuan nasional.

Dengan dukungan resmi dari pemerintah dan aparat keamanan, gerakan doa lintas agama ini semakin kuat dan diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

Semangat persatuan yang dibangun Dr. Maya membuka ruang dialog dan kerjasama lintas agama untuk menjaga NKRI tetap utuh dan harmonis.

Acara ini membuktikan bahwa kekuatan doa dan kebersamaan lintas agama adalah fondasi penting menghadapi berbagai tantangan zaman.

Semua pihak berharap langkah ini menginspirasi masyarakat luas untuk terus menanamkan nilai-nilai perdamaian dan cinta tanah air, sesuai pesan mulia dari Dr. Maya Rumantir. (**)