Pemprov Sulut Serius Wujudkan Kemerdekaan Sejati Menuju Indonesia Emas 2045
Manado, AktualNusantara – Suasana khidmat mengisi Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Jumat pagi ini. Gubernur Sulut, Yulius Selvanus SE., beserta Wakil Gubernur Victor Mailangkay SH. MH, memimpin seluruh jajaran pimpinan dan anggota DPRD Sulut serta Forkopimda daerah menyaksikan langsung siaran pidato kenegaraan Presiden RI, Prabowo Subianto. Acara ini merupakan bagian dari Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan laporan mendalam mengenai capaian kinerja pemerintahannya selama sepuluh bulan terakhir. Dalam pidatonya yang disiarkan secara nasional, Presiden memaparkan secara rinci hasil kerja pemerintah dan lembaga-lembaga negara, termasuk kemajuan berbagai program prioritas di sejumlah bidang strategis. Pemaparan ini menjadi gambaran awal langkah pemerintahan dalam memenuhi agenda pembangunan nasional.
Lebih dari sekadar laporan kinerja, pidato Presiden juga menegaskan filosofi mendasar tentang makna kemerdekaan. Presiden menekankan bahwa kemerdekaan sejati bukan semata-mata terbebas dari penjajahan fisik, melainkan terwujud ketika rakyat Indonesia hidup dalam kesejahteraan, berdaulat penuh atas pengelolaan kekayaan alam bangsanya, dan keadilan sosial dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Prinsip ini, ditegaskannya, merupakan amanat konstitusi UUD 1945 yang tidak boleh dilupakan.
Semangat dan visi yang disampaikan Presiden Prabowo tersebut langsung menemukan resonansi kuat di kalangan Pemprov Sulut. Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa pesan tentang kemerdekaan sejati dan keadilan sosial itu selaras dengan komitmen yang dipegang teguh oleh pemerintahannya. "Esensi pidato Bapak Presiden adalah kompas yang mengarahkan kerja kita di Sulawesi Utara," ujarnya seusai menyimak pidato.
Gubernur Yulius dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay beserta seluruh jajaran Forkopimda dan DPRD Sulut sepakat, momentum HUT ke-80 RI ini harus menjadi pelecut semangat baru. Mereka bertekad untuk mengintensifkan kerja nyata, mengedepankan persatuan, dan memfokuskan seluruh sumber daya untuk mencapai tujuan-tujuan pembangunan yang telah ditetapkan. "Tidak ada ruang untuk berleha-leha, kerja keras harus digandakan," tegas Gubernur Yulius.
Prioritas utama yang ditekankan adalah menempatkan kepentingan rakyat Sulut di atas segalanya. Setiap kebijakan dan program kerja pemerintah daerah kedepan akan diorientasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat kedaulatan daerah atas sumber dayanya, dan menjamin terwujudnya keadilan bagi seluruh warga. Hal ini dianggap sebagai wujud konkret dari perjuangan mencapai kemerdekaan sejati sebagaimana digaungkan Presiden.
Komitmen Pemprov Sulut ini tidak terlepas dari visi besar nasional, yakni mewujudkan Indonesia Emas 2045. Gubernur Yulius menegaskan bahwa Sulawesi Utara harus menjadi bagian aktif dan berkontribusi signifikan dalam peta jalan menuju visi tersebut. "Kami di Sulut akan memastikan setiap langkah kita hari ini membawa dampak positif dan berkelanjutan untuk generasi mendatang, sesuai cita-cita Indonesia Emas," imbuhnya.
Penyelarasan visi antara pemerintah pusat dan daerah pasca-pidato kenegaraan ini diharapkan menjadi energi baru bagi percepatan pembangunan di Sulut. Dengan semangat kebangsaan yang menguat, Pemprov Sulut bersama seluruh elemen masyarakat siap mengawal terwujudnya kemerdekaan sejati yang berkeadilan dan memikul tanggung jawab mewujudkan Sulawesi Utara yang maju dan sejahtera, menyongsong Indonesia Emas 2045. (**)


Komentar via Facebook