Ketua Media Sulut Serukan Persatuan Lawan Hoax dan Dukung Pemimpin



Manado, AktualNusantara – David Rumangkang, Ketua Organisasi Media Sulawesi Utara (Sulut), meluncurkan seruan penting kepada seluruh masyarakat provinsi tersebut. Dalam pernyataan resminya yang tegas, Rumangkang mengajak warga untuk tidak mudah terpengaruh oleh hasutan, provokasi, dan informasi tidak benar yang marak beredar, khususnya di platform media sosial seperti grup-grup Facebook.

Seruan ini muncul menyusul meningkatnya narasi negatif di dunia maya yang menargetkan kepemimpinan Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, dan Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH. Rumangkang menegaskan bahwa berbagai serangan tersebut seringkali berasal dari informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

"Marilah kita jaga sikap bijak dan dewasa dalam menyikapi dinamika pemerintahan," pesan Rumangkang dalam pernyataannya yang berjudul "Salam Hormat". Dia menekankan pentingnya kedewasaan berpikir dan kebijaksanaan dalam menanggapi setiap informasi yang diterima, terutama yang bersifat provokatif.

Lebih lanjut, Rumangkang menggarisbawahi bahwa fokus Gubernur Selvanus dan Wakil Gubernur Mailangkay saat ini adalah pada kerja nyata, bukan pencitraan. Menurutnya, kedua pimpinan daerah tersebut tengah bekerja keras dan mengupayakan berbagai terobosan untuk memajukan Sulawesi Utara.

Upaya pembangunan yang dimaksud mencakup berbagai sektor vital. Pembangunan infrastruktur, peningkatan investasi, pengembangan pariwisata, hingga pemberdayaan masyarakat di pelosok daerah disebutkan sebagai prioritas kerja pemerintah daerah saat ini.

"Pemimpin kita bukan tidak peduli, mereka sedang fokus bekerja, bukan sibuk pencitraan," tegas Rumangkang, membantah anggapan yang menyebut kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur kurang peduli. Dia mengingatkan bahwa kerja keras mereka memerlukan ruang dan dukungan, bukan gangguan.

Rumangkang memandang bahwa narasi negatif dan ujaran kebencian yang menyebar di media sosial hanya akan mengganggu proses pembangunan dan merusak persatuan masyarakat Sulut. Dia mengingatkan bahwa perpecahan hanya akan menghambat kemajuan daerah.

"Jangan sampai suara pembangunan dan persatuan kita terganggu oleh narasi negatif yang tidak membangun," serunya. Dia menegaskan bahwa Sulut saat ini lebih membutuhkan persatuan ketimbang perpecahan yang tidak produktif.

Sebagai bentuk dukungan yang konstruktif, Rumangkang mengajak masyarakat untuk mendukung pemimpinnya melalui doa dan partisipasi aktif dalam program pembangunan. Dia menolak keras dukungan yang diekspresikan dengan menyebarkan ujaran kebencian atau informasi yang memecah belah.

"Marilah kita dukung dengan doa dan partisipasi aktif, bukan dengan menyebar ujaran yang memecah belah," ajaknya. Semangat gotong royong, menurutnya, adalah kunci untuk mewujudkan masa depan Sulawesi Utara yang lebih baik dan sejahtera.

Seruan ini menutup dengan pesan kuat: "Sulut butuh persatuan, bukan perpecahan. Mari kita jaga semangat gotong royong demi masa depan daerah yang lebih baik." Pernyataan David Rumangkang ini diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat Sulut untuk bersikap kritis, cerdas bermedia sosial, dan tetap bersatu mendukung pembangunan daerah.(**)