Gerakan Pangan Murah Sulut Resmi Dimulai, Beras Rp58 Ribu/Pack Siap Disalurkan!
Manado, AktualNusantara – Kabar gembira bagi masyarakat Sulawesi Utara yang menantikan solusi atas gejolak harga beras. Pemerintah Provinsi Sulut, di bawah komando Gubernur Yulius Selvanus, mewujudkan komitmennya dengan meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai bagian dari Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Gerakan ini merupakan respons konkret untuk mengendalikan harga dan menjamin ketersediaan beras.
Gubernur Yulius Selvanus secara langsung menginstruksikan pelaksanaan GPM guna mengantisipasi fluktuasi harga yang memberatkan masyarakat. "Hadirnya Gerakan Pangan Murah ini diharapkan dapat menekan kenaikan harga dan memberikan akses beras terjangkau bagi warga Sulut," tegas Gubernur melalui arahan resminya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Pemprov dalam menjaga ketahanan pangan.
Inti dari GPM adalah penyaluran beras SPHP dengan harga sangat terjangkau, yakni Rp. 58.000 per pack berisi 5 kilogram. Harga ini jauh di bawah harga pasar yang fluktuatif dan dirancang khusus untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah yang paling merasakan dampak kenaikan harga.
Penetapan harga Rp. 58.000 per pack ini bukanlah kebijakan sembarangan, melainkan mengacu secara ketat pada regulasi nasional. Harga tersebut sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium yang telah ditetapkan dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 5 Tahun 2024, menjamin legalitas dan keadilan program.
Pelaksanaan GPM dimulai dengan sigap hari ini, Kamis 10 Juli 2025. Lokasi pertama penyaluran berada di Kelurahan Tongkaina, Kecamatan Bunaken, Kota Manado. Jangkauan program akan diperluas keesokan harinya, Jumat 11 Juli 2025, dengan mendistribusikan beras di tiga titik strategis di Kabupaten Minahasa Selatan. Sabtu, 12 Juli 2025, giliran dua titik di Kota Manado yang akan mendapat pasokan.
Masyarakat di lokasi-lokasi yang ditentukan dapat langsung membeli beras SPHP tersebut pada hari dan tempat yang telah dijadwalkan. Pemprov Sulut mengimbau warga memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan beras berkualitas dengan harga stabil sesuai HET. Pendistribusian dilakukan secara terbuka dan diawasi untuk memastikan tepat sasaran.
Kecepatan eksekusi Pemprov Sulut patut diapresiasi. Dari instruksi Gubernur hingga realisasi di lapangan hanya membutuhkan waktu singkat, menunjukkan keseriusan dan "gerak cepat" (Gercep) pemerintah daerah dalam merespons keresahan masyarakat terkait harga beras. Koordinasi antarinstansi berjalan lancar untuk memastikan operasi pasar ini sukses.
Kehadiran Gerakan Pangan Murah ini tidak hanya sekadar menyediakan beras murah sesaat. Program ini merupakan wujud nyata keberpihakan Pemprov Sulut pimpinan Gubernur Yulius Selvanus dalam menjaga daya beli rakyat dan stabilitas harga pangan pokok di tengah tantangan nasional, menegaskan komitmen untuk melindungi masyarakat dari beban ekonomi yang tidak terkendali.(**)


Komentar via Facebook