Serangan Udara Israel Tewaskan 7 Orang di Kafe Gaza Selatan
Sebuah tank Israel memasuki Jalur Gaza, di tengah konflik yang sedang berlangsung di Gaza antara Israel dan Hamas, di perbatasan Kerem Shalom di selatan Israel, 11 November 2024. REUTERS/Amir Cohen
Khan Younis, Gaza — Serangan udara Israel pada Senin (11/11/2024) malam menewaskan tujuh orang di sebuah kafe dekat kota Khan Younis, Gaza Selatan. Berdasarkan keterangan petugas medis Palestina, total korban tewas akibat serangan udara Israel sejak Minggu malam mencapai sedikitnya 37 jiwa.
Di Gaza Tengah, pasukan Israel melakukan invasi tank ke kamp pengungsi Nuseirat pada Senin. Masuknya tank-tank Israel dari arah barat memicu kepanikan di antara warga dan keluarga yang telah mengungsi. Tank-tank tersebut melepaskan tembakan saat mendekati permukiman, dan sedikitnya 20 orang dilaporkan tewas akibat serangan udara dan darat, termasuk beberapa warga di dalam tenda pengungsian. Petugas medis di Rumah Sakit Al-Awda di Nuseirat mengonfirmasi kejadian tersebut.
“Beberapa warga tak sempat keluar dan terjebak di rumah-rumah mereka, memohon agar diberi izin untuk pergi, sementara yang lainnya bergegas keluar dengan membawa barang-barang seadanya,” ungkap Zaik Mohammad, 25 tahun, yang tinggal sekitar satu kilometer dari lokasi serangan, melalui aplikasi pesan.
Hingga kini, pihak Israel belum memberikan pernyataan terkait serangan yang terjadi pada Senin tersebut.
Di tengah perang Gaza yang telah berlangsung selama 14 bulan, Israel semakin memusatkan operasi militer di wilayah utara dan tengah Gaza dalam upaya yang diklaim untuk mencegah serangan dari kelompok Hamas. Puluhan ribu warga Palestina telah diminta untuk meninggalkan wilayah mereka, memunculkan kekhawatiran akan kemungkinan mereka tidak akan diizinkan kembali ke tempat tinggal mereka.
Harapan untuk gencatan senjata semakin tipis setelah Qatar, yang berperan sebagai mediator, menyatakan akan menghentikan upayanya hingga Israel dan Hamas menunjukkan itikad baik untuk mencapai kesepakatan.
Serangan udara Israel juga menewaskan warga sipil di Kota Gaza dan Beit Lahiya di Gaza Utara, di mana pasukan Israel telah melakukan operasi sejak awal Oktober. Petugas medis di Rumah Sakit Kamal Adwan, dekat Beit Lahiya, melaporkan bahwa serangan dari drone Israel melukai tiga pekerja medis di fasilitas tersebut.
Pihak militer Israel menyebut telah menewaskan seorang komandan senior dari kelompok Jihad Islam, Mohammad Abu Skhail, pada Sabtu dalam serangan di sebuah pusat komando yang berada di bekas sekolah di Kota Gaza. Serangan ini, menurut petugas medis Palestina, menewaskan enam orang.
Kepungan di Rumah Sakit
Pasukan Israel telah mengepung tiga rumah sakit di sekitar Jabalia, Gaza Utara, selama beberapa pekan terakhir. Meskipun pasokan makanan, medis, dan bahan bakar semakin menipis, petugas rumah sakit menolak untuk meninggalkan fasilitas atau meninggalkan pasien-pasien yang sedang dirawat.
Militer Israel menuduh Hamas menggunakan penduduk sipil sebagai tameng untuk tujuan militer, namun tuduhan ini dibantah oleh kelompok Hamas.
Pasukan Israel memasuki daerah Beit Lahiya, Beit Hanoun, dan kamp Jabalia di Gaza Utara lebih dari sebulan yang lalu. Militer Israel mengklaim telah membunuh ratusan militan di sekitar Jabalia sejak operasi ini dimulai.
Sayap bersenjata Hamas dan Jihad Islam menyatakan bahwa mereka melakukan serangan balasan, termasuk serangan mortar dan roket anti-tank, serta mengklaim telah menewaskan banyak tentara Israel dalam beberapa pekan terakhir.
Pada hari Senin, pihak militer Israel mengumumkan perluasan zona kemanusiaan di Gaza dan menyatakan akan mengizinkan lebih banyak tenda, bahan perlindungan, makanan, air, serta pasokan medis untuk masuk ke wilayah tersebut.
“Pasukan kami akan terus bekerja untuk mencapai tujuan perang, termasuk membongkar jaringan Hamas dan memulangkan semua sandera,” sebut pernyataan resmi Israel.
Pejabat Palestina dan PBB menyatakan bahwa tidak ada wilayah aman di Gaza yang kini dihuni lebih dari 2,1 juta penduduk dan mengalami kerusakan parah akibat perang.
Konflik di Gaza ini bermula pada 7 Oktober 2023, ketika militan Hamas melancarkan serangan ke komunitas Israel, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menculik 253 sandera, menurut catatan pihak Israel. Sementara itu, kampanye militer Israel telah meratakan sebagian besar wilayah Gaza dan menewaskan sekitar 43.500 warga Palestina, menurut keterangan petugas medis di Gaza.
@ Aktual Nusantara


Komentar via Facebook