Demi Stabilitas Daerah, Pemprov Sulut Ambil Langkah Proaktif Redam Konflik Tambang
Sulut, AktualNusantara- Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akhirnya merespons konflik antara Koperasi Produsen Perintis dan masyarakat lokal di wilayah IUP OP Bolaang Mongondow. Melalui juru bicara resmi, Denny Mangala, Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, meminta semua pihak untuk bersikap tenang dan tidak terprovokasi. Pemprov menegaskan pentingnya penyelesaian masalah melalui jalur hukum dan musyawarah demi mencapai solusi yang adil bagi semua.
Konflik ini muncul setelah adanya laporan dugaan intimidasi terhadap pekerja tambang di kawasan tersebut. Pemprov Sulut menekankan bahwa pemerintah akan bertindak sebagai penengah tanpa memihak salah satu kelompok. Langkah proaktif akan diambil untuk memastikan konflik tidak meluas dan merugikan stabilitas sosial di daerah.
Untuk meredakan ketegangan, Pemprov siap memfasilitasi dialog terbuka antara semua pihak terkait, termasuk Koperasi Produsen Perintis, penambang lokal, dan P3AD. Pendekatan yang digunakan akan mengedepankan hukum yang berlaku serta prinsip keadilan sosial. Harapannya, komunikasi yang baik dapat mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.
Menyikapi kabar belum disahkannya RKAB dan SPK, Pemprov mengingatkan bahwa seluruh aktivitas pertambangan harus memenuhi ketentuan hukum. Denny Mangala menegaskan komitmen gubernur untuk menolak segala bentuk kekerasan dalam pengelolaan sumber daya alam, terutama yang melibatkan kepentingan masyarakat kecil.
Saat ini, Pemprov sedang mempersiapkan skema mediasi terbuka agar konflik tidak berubah menjadi gesekan horizontal. Masyarakat dan koperasi didorong untuk menyampaikan aspirasi secara tertib melalui saluran resmi pemerintah. Dengan demikian, diharapkan solusi damai dapat segera tercapai tanpa menimbulkan gangguan lebih besar. (**)


Komentar via Facebook