Jelang Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII 2026, Dinas PU Kabupaten Gorontalo Rencanakan Rehabilitasi Tiga Ruas Jalan
Gorontalo AktualNusantara – Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) tengah mematangkan persiapan infrastruktur dalam rangka menyambut gelaran Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII 2026. Sebagai tuan rumah, daerah ini berkomitmen untuk memastikan kelancaran akses menuju lokasi kegiatan yang dijadwalkan berlangsung bulan Juni 2026. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan merencanakan rehabilitasi tiga ruas jalan utama di wilayah Kabupaten Gorontalo, yang nantinya akan menjadi akses vital bagi ribuan peserta dan tamu dari seluruh penjuru Indonesia.
Rencana rehabilitasi ini difokuskan pada peningkatan kualitas jalan agar mampu menunjang mobilitas selama acara berlangsung. Kamis, (5/3/2026), Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kabupaten Gorontalo, Sutrisno Luma, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan dokumen perencanaan untuk penanganan ketiga ruas jalan tersebut. Adapun ketiga ruas yang dimaksud adalah Jalan Hasan Dangkua di Desa Hunggaluwa dengan panjang 2,23 kilometer, Jalan Samsul Biya di Desa Hepuhulawa sepanjang 1,4 kilometer, serta Jalan Abdul Rahman Moito di Desa Dutulanaa sepanjang 2,37 kilometer.
Lebih lanjut, Sutrisno Luma merinci estimasi anggaran yang disiapkan untuk proyek ini. Untuk ruas Jalan Hasan Dangkua – Desa Hunggaluwa, dialokasikan dana sebesar Rp 3.258.329.506. Sementara untuk Jalan Samsul Biya – Desa Hepuhulawa, estimasi biayanya mencapai Rp 2.716.744.755, dan untuk Jalan Abdul Rahman Moito – Desa Dutulanaa sebesar Rp 5.097.213.278. Dengan demikian, total estimasi anggaran yang disiapkan untuk rehabilitasi minor ketiga ruas jalan strategis ini mencapai sekitar Rp 11.072.287.539.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi ketiga ruas jalan tersebut tidak masuk dalam kategori rusak berat. Oleh karena itu, metode penanganan yang direncanakan adalah rehabilitasi minor yang relatif ringan, sehingga proses pengerjaan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan rampung sebelum pelaksanaan PENAS XVII dimulai. "Karena kondisi jalannya tidak rusak parah, maka estimasi biaya penanganannya juga tidak terlalu besar. Metode pekerjaan yang digunakan pun tidak terlalu berat, sehingga diharapkan proses pengerjaan dapat selesai sebelum pelaksanaan kegiatan PENAS," jelas Sutrisno.
Perlu diketahui, peran Dinas PU Kabupaten Gorontalo dalam proyek ini adalah menyiapkan dokumen perencanaan. Sementara untuk realisasi pengerjaan di lapangan nantinya akan menjadi kewenangan dan ditangani oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Gorontalo. Langkah ini merupakan sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi untuk memastikan kualitas infrastruktur jalan yang lebih baik.
Dengan adanya perbaikan infrastruktur jalan ini, diharapkan akses transportasi di wilayah Kabupaten Gorontalo semakin baik dan mampu mendukung kelancaran pelaksanaan PENAS XVII 2026, yang akan dihadiri ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia. Lebih dari sekadar mendukung suksesnya acara nasional, perbaikan jalan ini diyakini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi mobilitas warga dan pengembangan aktivitas ekonomi masyarakat setempat. (Yance Harun)


Komentar via Facebook