LMP Sulut Gelar Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Kairagi,Refleksi Jiwa Kepahlawanan 10 November



Manado, AktualNusantara- Laskar Merah Putih (LMP) Provinsi Sulawesi Utara menggelar ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kairagi, Manado, pada Senin (10/11/2025) sore. Kegiatan yang berlangsung pukul 15.30 WITA ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2025, sebagai wujud penghormatan dan mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur membela tanah air.

Berdasarkan persetujuan dan arahan langsung dari Ketua Mada LMP Provinsi Sulut,Senator Dr. Maya Rumantir, MA, Ph.D, instruksi pelaksanaan kegiatan ini ditujukan kepada seluruh jajaran LMP di wilayah Sulut. Turut hadir dalam acara ini Ketua Harian Mada LMP Sulut, Husen Masiaga, S.SOS, Sekretaris Mada Muh. Djaber Lasadu, SE, beserta jajaran Dewan Penasehat Mada LMP Provinsi Sulut, menandakan keseriusan organisasi dalam memaknai hari bersejarah ini.

Sebelum menuju ke TMP Kairagi,seluruh peserta terlebih dahulu berkumpul di Kantor Perwakilan DPD RI Prov. Sulut yang beralamat di Jl. TNI No. 3, Tikala, Kota Manado, tepat pukul 15.00 WITA. Dari titik kumpul ini, seluruh keluarga besar LMP bersama-sama berangkat menuju lokasi ziarah untuk melaksanakan rangkaian acara.

Peringatan 10 November tidak dapat dipisahkan dari peristiwa heroik Pertempuran Surabaya pada tahun 1945.Pasca Proklamasi Kemerdekaan, tentara Inggris yang membawa misi Sekutu mendarat di Surabaya dengan dalih melucuti senjata tentara Jepang. Ketegangan memuncak setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur, pada 30 Oktober 1945.

Inggris kemudian mengeluarkan ultimatum pada 9 November 1945,yang memerintahkan para pejuang Indonesia di Surabaya untuk menyerahkan diri dan senjata sebelum pukul 06.00 pada 10 November 1945. Ultimatum ini ditolak mentah-mentah oleh rakyat dan para pejuang Indonesia. Di bawah komando Bung Tomo, semangat "Merdeka atau Mati" berkumandang di seluruh penjuru kota melalui siaran radio, membakar semangat juang arek-arek Suroboyo.

Pertempuran sengit pecah pada 10 November 1945.Rakyat Surabaya dengan persenjataan seadanya berani melawan tentara Inggris yang jauh lebih modern. Pertempuran yang berlangsung selama tiga minggu ini menewaskan ribuan pejuang Indonesia. Perlawanan sengit ini menunjukkan kepada dunia internasional betapa kuatnya tekad bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaannya. Peristiwa inilah yang kemudian mengilhami ditetapkannya 10 November sebagai Hari Pahlawan.

Kegiatan ziarah dan tabur bunga yang digelar LMP Sulut di TMP Kairagi merupakan refleksi dari semangat tersebut.Setiap kuntum bunga yang ditabur di pusara para pahlawan bukan hanya sekadar ritual, melainkan simbol janji untuk terus mengenang, menghormati, dan meneladani nilai-nilai kepahlawanan, rela berkorban, pantang menyerah, dan cinta tanah air yang telah ditunjukkan oleh para pendahulu bangsa.

Melalui kegiatan ini,LMP Sulut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya mengingat sejarah kelam perjuangan, tetapi juga mengisi kemerdekaan dengan karya nyata. Ziarah ke TMP Kairagi menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini dibayar dengan harga yang sangat mahal, yaitu darah dan nyawa para pahlawan. Semoga jiwa kepahlawanan 10 November terus hidup dan menginspirasi generasi penerus bangsa di Bumi Nyiur Melambai.(**)