Pelatihan UKM dan Koperasi di Sulut Tetap Jalan Meski Anggaran Minim
Manado, AktualNusantara– Di tengah keterbatasan anggaran, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Utara memastikan program pelatihan bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dan koperasi tetap berjalan. Kepala UPTD Dinas Koperasi dan UMKM Sulut, Diane Meidi Lompoliu, menyatakan bahwa hingga saat ini masih tersisa empat kali pelatihan yang akan dilaksanakan, terdiri dari tiga pelatihan untuk UKM dan satu pelatihan untuk koperasi.
"Pelatihan koperasi pun hanya diperuntukkan bagi para pembina karena keterbatasan dana," ungkap Diane saat ditemui pada Selasa (20/5/2025).
Menurutnya, kondisi sarana dan prasarana yang belum memadai serta minimnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi daerah menjadi tantangan tersendiri. Meski banyak pihak tertarik menyewa fasilitas pelatihan, keterbatasan daya tarik dan infrastruktur membuat realisasi penyewaan sulit tercapai.
“Yang penting kami jaga agar tetap bersih, tapi untuk menarik penyewa dari luar daerah masih sulit,” ujarnya.
Efisiensi anggaran juga berdampak pada jangkauan peserta pelatihan. Jika sebelumnya setiap kabupaten/kota dapat mengirimkan dua peserta, kini pelatihan hanya diikuti oleh peserta dari wilayah Minahasa Raya, Manado, Tomohon, dan Bitung. Daerah seperti Bolaang Mongondow Raya dan Kepulauan Talaud tidak lagi dapat berpartisipasi karena tidak adanya biaya transportasi yang ditanggung.
"Tahun lalu kami masih bisa mengganti biaya kapal, tapi tahun ini kami sudah sampaikan bahwa biaya transportasi tidak bisa diganti, meski uang duduk masih tersedia," jelas Diane.
Meski serba terbatas, Diane menegaskan pihaknya tetap berkomitmen menjalankan pelatihan demi mendukung peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku UKM dan koperasi di Sulut.(Fora)


Komentar via Facebook