Sulut Maju Pesat 2026: Target Ekonomi 7%, Kemiskinan Turun ke 5,42%, IPM Capai 77,06% di Bawah RKPD Prioritas
Sulut,AktualNusantara- 27 Oktober 2025 – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara optimis capai target pembangunan ambisius sepanjang 2026, sebagai wujud nyata tema dan prioritas Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Fokus utama pada pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan kisaran 6,05 hingga 7,05 persen, dorong sektor pariwisata, pertanian, dan industri kreatif jadi lokomotif kemajuan daerah.
Inflasi tetap jadi prioritas pengendalian ketat, dengan target stabil di angka 3 plus minus 1 persen. Langkah ini pastikan daya beli masyarakat terjaga, hindari gejolak harga pangan dan bahan pokok yang sering ganggu stabilitas ekonomi rumah tangga di Sulut, terutama di wilayah pedesaan seperti Minahasa dan Bolaang Mongondow.
Pemerintah tekankan penurunan tingkat pengangguran terbuka menjadi rentang 5,53 hingga 4,86 persen, lewat program pelatihan vokasi dan kemitraan dengan swasta. Ribuan pemuda diharapkan serap tenaga kerja di proyek infrastruktur besar, seperti perluasan bandara Sam Ratulangi dan jalan tol trans-Sulawesi, ciptakan lapangan kerja berkualitas.
Penurunan kemiskinan jadi pencapaian signifikan, targetkan angka 5,82 hingga 5,42 persen melalui bantuan sosial terintegrasi dan pemberdayaan UMKM. Program ini manifestasi komitmen Gubernur Yulius Selvanus, bantu keluarga miskin di pesisir Bitung dan pedalaman Tomohon akses modal usaha serta pendidikan vokasi.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) diproyeksikan naik ke 77,06 persen, hasil investasi besar di sektor kesehatan dan pendidikan. Akses layanan medis gratis diperluas ke 500 puskesmas, sementara beasiswa pelajar berprestasi capai 10.000 anak, tingkatkan kualitas SDM Sulut yang kompetitif di era digital.
Lingkungan hidup tak kalah penting, dengan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) target 78,88 persen. Upaya reboisasi di kawasan lindung Gunung Lokon dan pengelolaan sampah di Manado jadi kunci, pastikan pembangunan berkelanjutan tanpa rusak alam yang jadi modal utama pariwisata bahari Sulut.
RKPD 2026 ini jadi blueprint holistik, sinergikan semua OPD provinsi untuk realisasi target. Gubernur Yulius tekankan kolaborasi dengan kabupaten/kota, agar manfaat pembangunan merata dari utara Tompaso hingga timur Likupang.
Pencapaian ini tak lepas dari dukungan masyarakat, dengan anggaran APBD 2026 alokasikan Rp15 triliun untuk program prioritas. Monitoring bulanan pastikan transparansi, hindari pemborosan dan fokus hasil nyata bagi 5 juta penduduk Sulawesi Utara.
Ekonomi Sulut diprediksi tumbuh stabil berkat diversifikasi, dari kopra organik hingga ekowisata. Target 7 persen ini potensial tarik investasi asing Rp5 triliun, khususnya dari Korea dan China di sektor pengolahan hasil laut.
Akhirnya, visi RKPD 2026 bangun Sulut sejahtera dan hijau, di mana setiap warga rasakan manfaat. Dengan IPM tinggi dan kemiskinan rendah, provinsi ini siap jadi pionir pembangunan timur Indonesia, wujudkan mimpi bersama di bawah kepemimpinan visioner. (**)


Komentar via Facebook