Trump Optimis Perundingan dengan Ukraina di Arab Saudi Akan Membawa Kemajuan
ABOARD AIR FORCE ONE – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan pada Minggu (9/3/2025) bahwa negaranya hampir sepenuhnya mencabut penangguhan berbagi intelijen dengan Ukraina. Ia juga menyatakan harapan akan hasil positif dari pembicaraan yang akan datang antara pejabat AS dan Ukraina di Arab Saudi.
Ketika ditanya apakah akan mengakhiri penangguhan tersebut, Trump menegaskan, "We just about have. We just about have." ("Kita hampir melakukannya. Kita hampir melakukannya.")
Sebelumnya, Direktur CIA John Ratcliffe mengumumkan bahwa AS telah menghentikan berbagi intelijen dengan Ukraina. Langkah ini meningkatkan tekanan terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy agar bersedia bernegosiasi dengan Trump dalam mengupayakan perundingan damai dengan Rusia.
Keputusan penangguhan ini berdampak besar bagi Ukraina, yang mengandalkan informasi intelijen AS untuk mempertahankan diri dari serangan rudal Rusia. Selain itu, kebijakan ini juga mengikuti penghentian bantuan militer AS kepada Kyiv.
Pejabat AS dijadwalkan bertemu dengan delegasi Ukraina di Arab Saudi pada Selasa. Salah satu agenda utama dalam pertemuan ini adalah menilai kesiapan Ukraina untuk memberikan konsesi tertentu kepada Rusia demi mengakhiri perang. Selain itu, nasib kesepakatan mineral antara Washington dan Kyiv juga menjadi perhatian dalam perundingan di Jeddah.
Trump menyampaikan optimisme terhadap pertemuan tersebut. "We're going to make a lot of progress, I believe, this week (Saya percaya, minggu ini kita akan membuat banyak kemajuan.)," ujarnya.
Sebelumnya, Trump dan Zelenskiy dijadwalkan menandatangani kesepakatan mineral yang akan memberikan AS akses terhadap sumber daya mineral tertentu di Ukraina. Namun, rencana tersebut batal setelah pertemuan mereka di Gedung Putih berujung pada ketegangan antara kedua pemimpin.
Pada Minggu, Trump kembali menyatakan keyakinannya bahwa Ukraina pada akhirnya akan menandatangani perjanjian tersebut, meskipun Kyiv menginginkan adanya jaminan keamanan dari AS dalam kesepakatan itu.
"They will sign the minerals deal but I want them to want peace... They haven't shown it to extent they should (Mereka akan menandatangani kesepakatan mineral, tetapi saya ingin mereka benar-benar menginginkan perdamaian... Mereka belum menunjukkan hal itu sejauh yang seharusnya.)," kata Trump.
Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa pemerintahannya tengah mengkaji berbagai kebijakan terkait tarif terhadap Rusia. Ia menegaskan bahwa para pejabatnya tidak khawatir dengan latihan militer yang melibatkan Rusia, China, dan Iran. (Reuters)


Komentar via Facebook