Gubernur Sulut Yulius Selvanus Galang Komitmen Pusat untuk Layani Kesehatan Nusa Utara
Manado AktualNusantara- Masyarakat yang mendiami gugusan pulau di Nusa Utara,Sulawesi Utara, kini boleh mencicipi optimisme. Sebuah pertemuan strategis di Jakarta telah membuka peluang lebar bagi peningkatan layanan kesehatan di wilayah terluar dan tertinggal itu, menjawab kerinduan akan pemerataan fasilitas medis.
Angin segar itu dihembuskan langsung oleh Gubernur Sulut,Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus. Optimismenya muncul usai ia bertatap muka dengan dua sosok kunci Kementerian Kesehatan: sahabat lamanya, Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus,Sp.P(K)
Dalam pertemuan itu,Gubernur Yulius tidak bertele-tele. Ia secara khusus menyampaikan harapan agar kedua pejabat tinggi itu bersedia turun langsung melihat kondisi nyata rumah sakit, khususnya di wilayah kepulauan Nusa Utara. Permintaan ini merupakan langkah konkret untuk menyoroti ketimpangan yang selama ini ada.
Respons yang datang pun membanggakan.Baik Wamenkes maupun Dirjen menyatakan kesediaan untuk membantu. “Bapak Dirjen tadi sampaikan akan banyak membantu di sana, Wamen juga demikian. Kalau Wamen dan Dirjen sudah sepakat, enak itu Pak,” ujar Gubernur Yulius dengan nada lega dalam sebuah acara di Manado, Senin (15/12/2025).
Bagi Gubernur,momen kesepahaman ini sangatlah berharga dan terasa langka. Ia menyadari bahwa dalam birokrasi, keselarasan antara jabatan politik (seperti Wamen) dan jabatan karier (seperti Dirjen) tidak selalu mudah dicapai, karena seringkali diwarnai perbedaan pandangan atau prioritas kebijakan.
Kesepakatan ini menjadi pintu masuk bagi percepatan peningkatan kualitas fasilitas kesehatan.“Saya senang Sulawesi Utara siap dapat bantuan untuk rumah sakit agar naik kelas, sehingga pelayanan dapat dilayani dengan baik,” tegas Gubernur Yulius. Hal ini berarti harapan untuk memiliki rumah sakit dengan standar pelayanan yang lebih baik di kepulauan semakin nyata.
Impian tersebut bukannya tanpa alasan.Sebagai provinsi kepulauan dengan 77% wilayahnya adalah laut dan memiliki 283 pulau, Sulut menghadapi tantangan logistik dan geografis yang amat kompleks. Pengembangan layanan kesehatan di Nusa Utara membutuhkan pendekatan dan perhatian khusus yang berbeda dengan daerah daratan.
Pertemuan ini bukan sekadar formalitas.Ia menandai komitmen baru dan sinergi langka antara pemerintah pusat dan daerah. Bagi masyarakat di pulau-pulau terpencil, ini adalah janji nyata bahwa kesehatan mereka tidak lagi terabaikan, dan perjalanan panjang menuju layanan kesehatan yang layak telah menemukan titik terang yang jelas. (JS)


Komentar via Facebook