Salut! Bupati Minut JG Tindak Tegas 4 ASN Pemkab Tersangka Kasus Korupsi
Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda (Foto: Wikipedia)
MINUT ~ Bupati Minahasa Utara Joune Ganda (JG) menindak tegas empat orang ASN di Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut).
Keempat ASN tersebut ditahan Kejati Sulut atas kasus dugaan korupsi pembebasan lahan RSUD Maria Walanda Maramis, Selasa, (23/4/2024).
”Yang pasti saya mendukung penuh dan menghormati semua upaya dan langkah hukum oleh Kejati Sulut,” ucap JG.
Selain mendukung proses hukum khususnya oknum ASN, JG juga akan bersikap tegas dan cepat terkait aturan ASN yang sedang terjerat kasus hukum.
”Soal aturan yang berlaku terkait ASN, saya sudah perintahkan Sekretaris Daerah melakukan telaah dan kajian untuk memastikan status keempat ASN itu,” kata JG menegaskan.
Dirinya juga berkomitmen untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa serta bebas praktek korupsi.
Diketahui, perkara lahan RSUD Maria Walanda Maramis yang didalami oleh Kajati Sulut, telah ditetapkan tersangka sebanyak lima orang dan langsung dilakukan penahanan pada Senin kemarin.
Adapun kelima tersangka masing-masing , JK (eks Sekda) sekarang menjabat Kadis Pangan, YM (ASN di RSUD Maria Walanda Maramis Minut/PPTK), S (ASN di Pemkab Minut/Pelaksana Bagian Pengadaan Barang dan Jasa), VL (ASN), dan ML (Wiraswasta/Pendeta Muda pelayanan di GPdI).
Mereka ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan karena diduga keras telah melakukan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambahkan oleh UU No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana.
Bahwa tersangka YM, S, VL dan ML secara bersama-sama, dengan tersangka JK diduga melakukan Tindak Pidana Korupsi dalam pembelian lahan perluasan RSUD Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp19.763.500.000.
Saat ini kelimanya ditahan di Rutan Manado kelas IIA selama 20 hari terhitung tanggal 22 April 2024 sampai 11 Mei 2024 berdasarkan Surat Perintah Penahanan (Tahap Penyidikan) Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.*





Komentar via Facebook