Anik Wandriani Kunjungi PT Multyasa Abadi Sentosa, Dukung Pengembangan Ekonomi Kreatif melalui Daur Ulang Limbah



Manado, AktualNusanManado, AktualNusantara – Nyoonya Anik Wandriani baru-baru ini mengunjungi PT Multyasa Abadi Sentosa, perusahaan lokal yang dikenal inovatif dalam mengolah limbah tekstil, limbah rumah tangga, dan kriya enceng gondok menjadi produk bernilai tinggi. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung proses daur ulang yang dilakukan perusahaan sekaligus membahas rencana pelatihan pengembangan ekonomi kreatif bagi masyarakat Sulawesi Utara (SULUT).  

 

Dalam kunjungannya, Anik Wandriani diajak berkeliling melihat proses produksi dan hasil karya PT Multyasa Abadi Sentosa. Perusahaan ini telah berhasil mengubah limbah tekstil menjadi produk fashion ramah lingkungan, mendaur ulang sampah rumah tangga menjadi dekorasi interior, serta memanfaatkan enceng gondok (tanaman air invasif) menjadi kerajinan tangan bernilai estetis dan ekonomis. Upaya ini tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi warga sekitar.  

 

“Saya sangat terkesan dengan komitmen PT Multyasa Abadi Sentosa dalam mengolah limbah menjadi sesuatu yang bernilai. Ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan dan ekonomi sirkuler yang didorong pemerintah. Pelatihan untuk masyarakat SULUT nantinya diharapkan dapat memberdayakan UMKM dan generasi muda agar lebih kreatif mengelola sumber daya lokal,” ujar Anik Wandriani.  

 

Pihak PT Multyasa Abadi, menyatakan kesiapan perusahaan untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan komunitas dalam menyelenggarakan pelatihan. “Kami telah menyiapkan modul pelatihan teknis pengolahan limbah, mulai dari pemilahan bahan, desain produk, hingga pemasaran. Tujuannya, masyarakat bisa mandiri menciptakan usaha berbasis lingkungan,” jelasnya.  

 

Pelatihan tersebut rencananya akan menyasar pelaku UMKM, kelompok perempuan, dan pemuda di Sulawesi Utara. Program ini juga didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perindustrian setempat sebagai bagian dari upaya mengurangi sampah sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah.  

 

Kunjungan Anik Wandriani ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara pelaku industri daur ulang, pemerintah, dan masyarakat. Dengan pelatihan yang akan segera dimulai, diharapkan SULUT dapat menjadi contoh daerah yang sukses mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan melalui ekonomi kreatif.  

 

“Ini momentum bagi kita untuk membangun ekonomi hijau yang inklusif. Saya yakin, dengan semangat kolaborasi, Sulawesi Utara akan semakin maju,” pungkas Anik Wandriani.(*)tara – Nyoonya Anik Wandriani baru-baru ini mengunjungi PT Multyasa Abadi Sentosa, perusahaan lokal yang dikenal inovatif dalam mengolah limbah tekstil, limbah rumah tangga, dan kriya enceng gondok menjadi produk bernilai tinggi. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung proses daur ulang yang dilakukan perusahaan sekaligus membahas rencana pelatihan pengembangan ekonomi kreatif bagi masyarakat Sulawesi Utara (SULUT).

Dalam kunjungannya, Anik Wandriani diajak berkeliling melihat proses produksi dan hasil karya PT Multyasa Abadi Sentosa. Perusahaan ini telah berhasil mengubah limbah tekstil menjadi produk fashion ramah lingkungan, mendaur ulang sampah rumah tangga menjadi dekorasi interior, serta memanfaatkan enceng gondok (tanaman air invasif) menjadi kerajinan tangan bernilai estetis dan ekonomis. Upaya ini tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi warga sekitar.

“Saya sangat terkesan dengan komitmen PT Multyasa Abadi Sentosa dalam mengolah limbah menjadi sesuatu yang bernilai. Ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan dan ekonomi sirkuler yang didorong pemerintah. Pelatihan untuk masyarakat SULUT nantinya diharapkan dapat memberdayakan UMKM dan generasi muda agar lebih kreatif mengelola sumber daya lokal,” ujar Anik Wandriani.

Pihak PT Multyasa Abadi, menyatakan kesiapan perusahaan untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan komunitas dalam menyelenggarakan pelatihan. “Kami telah menyiapkan modul pelatihan teknis pengolahan limbah, mulai dari pemilahan bahan, desain produk, hingga pemasaran. Tujuannya, masyarakat bisa mandiri menciptakan usaha berbasis lingkungan,” jelasnya.

Pelatihan tersebut rencananya akan menyasar pelaku UMKM, kelompok perempuan, dan pemuda di Sulawesi Utara. Program ini juga didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perindustrian setempat sebagai bagian dari upaya mengurangi sampah sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah.

Kunjungan Anik Wandriani ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara pelaku industri daur ulang, pemerintah, dan masyarakat. Dengan pelatihan yang akan segera dimulai, diharapkan SULUT dapat menjadi contoh daerah yang sukses mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan melalui ekonomi kreatif.

“Ini momentum bagi kita untuk membangun ekonomi hijau yang inklusif. Saya yakin, dengan semangat kolaborasi, Sulawesi Utara akan semakin maju,” pungkas Anik Wandriani.(*)