Gerakan Bersih DAS Tondano: DLH Manado Ajak Warga Pupuk Kesadaran dari Rumah
Manado, AktualNusantara - Matahari pagi di Kota Manado belum sepenuhnya meninggi, namun semangat gotong royong sudah terasa hangat di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Puluhan petugas kebersihan berpadu dengan para relawan lingkungan, bahu-membahu membersihkan tumpukan sampah yang menyangkut di sela-sela bantaran sungai. Mereka bergerak sigap, memunguti sampah-sampah rumah tangga dan plastik yang selama ini menghambat aliran air dan merusak pemandangan. Aksi ini bukanlah sekadar kerja bakti biasa, melainkan sebuah pengingat visual bahwa urat nadi kehidupan warga Manado ini membutuhkan perhatian bersama.
Suasana semakin hidup Jumat (6/3/2026) ketika Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado, Pontowuisang Kakauhe, turun langsung ke lokasi dan berbaur dengan warga. Di sela-sela pengawasan kegiatan pembersihan, ia terlibat dalam dialog hangat dengan masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran sungai. Perbincangan itu bukan sekadar basa-basi, melainkan sebuah upaya untuk menyelami langsung keluhan dan masukan dari warga yang setiap hari hidup berdampingan dengan kondisi sungai.
Dalam dialognya dengan warga, Kepala DLH menyadari bahwa tugas membersihkan sungai bukanlah pekerjaan yang bisa dipikul sendiri oleh pemerintah. Mengandalkan petugas kebersihan tanpa partisipasi aktif masyarakat dinilai hanya akan memberikan hasil sementara. Ia lantas mengajak warga untuk mulai memupuk kesadaran dari unit terkecil, yaitu rumah tangga. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti tidak menjadikan sungai sebagai keranjang sampah raksasa adalah langkah awal yang krusial.
“Sungai yang bersih adalah cerminan dari perilaku kita semua,” ujar Kakauhe di hadapan warga yang antusias mendengarkan. Ia menekankan bahwa aksi membersihkan sungai harus berjalan beriringan dengan perubahan kebiasaan sehari-hari. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk memulai dari hal-hal kecil, seperti memilah sampah organik dan anorganik sebelum dibuang. Kesadaran kolektif inilah yang diyakini akan membawa perubahan signifikan bagi kelestarian DAS Tondano.
Lebih jauh, Kepala DLH memaparkan rencana jangka panjang untuk menjaga kebersihan sungai yang membelah kota ini. Kegiatan pembersihan rutin akan terus digencarkan, terutama difokuskan pada titik-titik rawan yang menjadi langganan tumpukan sampah. Pihaknya tidak ingin aksi ini hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu menjawab permasalahan lingkungan di akar rumput.
Tak hanya berhenti pada aksi bersih-bersih, DLH Manado juga berencana mengintensifkan sosialisasi ke berbagai kelurahan. Program pembentukan bank sampah akan kembali digalakkan sebagai solusi jangka panjang dalam mengelola limbah rumah tangga. Dengan adanya bank sampah, warga tidak hanya diajak untuk mengurangi sampah, tetapi juga mendapatkan nilai ekonomis dari sampah yang mereka pilah.
Warga sekitar pun menyambut positif langkah yang diambil oleh Dinas Lingkungan Hidup. Mereka berharap kegiatan pembersihan seperti ini dapat terus dilakukan secara konsisten, bukan hanya saat musim hujan tiba. Menurut mereka, sungai yang bersih akan berdampak langsung pada kesehatan keluarga dan kenyamanan lingkungan tempat tinggal mereka.
Harapan besar pun disematkan pada kesadaran kolektif ini. Dengan lingkungan yang bersih dan perilaku warga yang semakin bijak dalam mengelola sampah, risiko banjir saat musim penghujan diharapkan dapat diminimalisir. Lebih dari itu, ekosistem sungai yang sempat tercemar pun memiliki kesempatan untuk pulih kembali, mengembalikan fungsi sungai sebagai sumber kehidupan.
Gerakan yang dipimpin DLH Manado ini menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Memulai dari rumah sendiri, dengan tindakan sekecil membuang sampah pada tempatnya, adalah kontribusi nyata yang berarti. Ketika kesadaran telah dipupuk dari dalam rumah, maka sungai yang bersih dan sehat bukan lagi sekadar impian, melainkan sebuah keniscayaan. (Josel)


Komentar via Facebook