Tonaas Wangko Izhak Tambani: "Jaga Daerah Kita, Jangan Mudah Terprovokasi!"
Sulut, AktualNusantara– Figur masyarakat yang dihormati, Tonaas Wangko Izhak Tambani, sekali lagi menyerukan pentingnya menjaga perdamaian dan keutuhan masyarakat di tengah beragam dinamika yang terjadi. Melalui sebuah pesan yang menyentuh hati, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi pelopor ketenangan dan keamanan di lingkungannya masing-masing.
Pesan yang disebarluaskan melalui berbagai platform media sosial tersebut dengan jelas mengetengahkan semangat Sulut Cinta Damai. Tonaas Tambani membuka seruannya dengan sapaan akrab, "Sahabat, saudara handaitolan masyarakat dimanapun berada," yang langsung menciptakan kedekatan dan rasa persaudaraan yang kental. Hal ini mencerminkan nilai kekeluargaan atau si tou timou tumou tou yang menjadi jiwa masyarakat Sulawesi Utara.
Inti dari ajakan tersebut menekankan pada tanggung jawab kolektif. "Mari bersama-sama Menjaga keamanan di daerah kita masing-masing," ujarnya. Kalimat ini bukan hanya seruan, melainkan sebuah pernyataan bahwa keamanan dan kedamaian adalah hasil dari usaha gotong royong setiap individu, mulai dari tingkat RT, kelurahan, hingga kabupaten.
Tonaas Tambani secara khusus mengingatkan bahaya yang mengintai di era informasi serba cepat ini, yaitu provokasi. Pesan "Jangan muda (mudah) terprovokasi" merupakan peringatan yang sangat relevan. Ia mengajak masyarakat untuk bersikap kritis, menyaring setiap informasi yang diterima, dan tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan.
Sebagai seorang Tonaas Wangko, yang berarti pemimpin besar atau tetua adat yang bijaksana, kedudukan Izhak Tambani memberikan bobot dan legitimasi tersendiri bagi seruan ini. Dalam struktur sosial budaya Minahasa, nasihat dan wejangan dari seorang Tonaas memiliki nilai spiritual dan moral yang sangat dijunjung tinggi, dianggap sebagai petuah yang bersumber dari kearifan leluhur.
Ajakan Sulut Cinta Damai ini mendapatkan respons positif dari berbagai kalangan. Banyak warganet yang membagikan ulang pesannya dan menyatakan komitmen untuk turut serta menyebarkan energi positif. Tokoh pemuda, Lukas Kumaat, menyatakan, "Inilah suara yang kita butuhkan. Semangat Sulut Cinta Damai harus kita hidupkan dalam tindakan nyata sehari-hari, bukan hanya kata-kata."
Pesan damai Tonaas Tambani diharapkan dapat menjadi penyejuk di tengah terkadang panasnya situasi sosial politik. Ia mengingatkan bahwa tanah Sulawesi Utara dibangun dengan dasar toleransi dan penghargaan atas perbedaan. Menjaga warisan luhur ini adalah tugas semua generasi.
Pada akhirnya, seruan ini mengajak setiap orang untuk refleksi diri. Perdamaian dimulai dari diri sendiri, lalu keluarga, dan kemudian masyarakat. Dengan meneladani sikap bijak seorang Tonaas, diharapkan semangat Sulut Cinta Damai dapat menjadi gerakan massif yang menjaga bumi Nyiur Melambai tetap tentram dan harmonis untuk anak cucu di masa depan. (**)


Komentar via Facebook