Gubernur Yulius Selvanus Paparkan Arah Kebijakan Pembangunan Sulut 2025 di Raker Unima
Tondano, AktualNusantara – Suasana pagi di Gedung Training Centre Universitas Negeri Manado (Unima), Kamis (21/8/2025), dipenuhi oleh energi optimisme. Rapat Kerja Pimpinan Unima Tahun 2025 hari ini menghadirkan narasumber utama yang membawa visi besar bagi masa depan daerah, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus SE.
Kehadiran Gubernur bukan sekadar memenuhi undangan protokoler, melainkan sebuah langkah strategis untuk merajut kemitraan yang erat antara pemerintah provinsi dengan dunia pendidikan. Rapat kerja yang biasanya bersifat internal ini pun berubah menjadi ruang diskusi strategis tentang arah pembangunan Sulut.
Dalam paparannya yang berjudul “Arah Kebijakan Pembangunan Sulawesi Utara”, Gubernur menyalakan api semangat baru bagi seluruh insan akademik yang hadir. Paparan tersebut dinilai tidak hanya memetakan program kerja, tetapi lebih jauh, membangun sebuah narasi bersama tentang Sulut yang maju dan berkeadaban.
Inti dari pesan yang disampaikan menekankan pada peran sentral perguruan tinggi sebagai simpul pencipta Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Ditegaskan bahwa pembangunan yang hakiki tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan infrastruktur, melainkan dari kualitas manusia yang menjadi pilarnya.
Generasi muda yang ditempa di bangku kuliah, menurutnya, adalah nahkoda yang akan mengemudikan masa depan daerah. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan dunia kampus menjadi suatu keniscayaan untuk memastikan bahwa calon-calon pemimpin masa depan ini memiliki kapasitas dan karakter yang mumpuni.
Lebih dari sekadar teori, pertemuan pagi itu diyakini menjadi saksi bisu pertemuan dua kekuatan besar: strategi konkret pemerintah daerah dan semangat inovasi serta intelektual dari kalangan akademisi. Sinergi ini dipandang sebagai fondasi untuk melahirkan berbagai terobosan yang akan mempercepat kemajuan Sulut.
Rektor Unima beserta jajaran pimpinan fakultas menyambut hangat komitmen yang ditunjukkan oleh pemerintah provinsi. Dialog yang terbangun memberikan ruang bagi universitas untuk menyelaraskan tridharma perguruannya—pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat—dengan kebutuhan dan agenda pembangunan daerah.
Visi kepemimpinan yang ditunjukkan dalam forum tersebut menggambarkan sebuah bentuk kepemimpinan yang tidak berhenti pada birokrasi. Ia hadir sebagai seorang arsitek yang sedang merancang peradaban baru, di mana pembangunan menyentuh seluruh aspek, mulai dari infrastruktur hingga pembangunan jiwa dan pikiran generasi penerus.
Rapat kerja ini ditutup dengan komitmen bersama untuk melanjutkan dialog dan merumuskan action plan yang konkret. Harapannya, kolaborasi yang dijalin pagi ini bukan hanya menjadi memori, tetapi menjadi batu pertama dalam membangun Sulawesi Utara yang lebih sejahtera, maju, dan berlandaskan pada kekuatan SDM yang unggul. (**)


Komentar via Facebook