Gebyar Kemerdekaan Gerindra Sulut Dipuncaki Harvani Boki, Janto Hasan Juara Perahu Hias dengan Karya Fenomenal



Manado, AktualNusantara — Paser Putih Boulevard bergema oleh sorak 3.000 warga yang merayakan "Gebyar Kemerdekaan" HUT RI ke-80. DPD Partai Gerindra Sulut sukses menggelar spektakuler ini di bawah kendali Sekretaris DPD Harvani Boki, yang menjadi otak keberhasilan acara.

"Semangat kebersamaan inilah warisan terbesar kemerdekaan," tegas Harvani Boki saat membuka acara. Dengan cermat ia mengawal 15 jenis lomba tradisional hingga pentas seni, memastikan seluruh rangkaian berjalan sempurna.

Lomba menghias perahu menjadi magnet utama. Sebanyak 30 perahu hias bertransformasi jadi mahakarya, masing-masing mendapat suntikan dana Rp500.000 dan 5 liter BBM dari panitia. Kreativitas peserta memancarkan nuansa patriotik yang memukau.

Janto Hasan, seniman asal Kelurahan Bahu Lingkungan satu kecamatan Malalayang, mencatatkan kemenangan gemilang di kategori perahu hias. Karyanya "Garuda Samudra" yang memadukan ornamen naga tradisional dengan sayap garuda menyala, menyabet juara pertama dan hadiah Rp5.000.000.

"Perahu Janto istimewa karena menyimbolkan persatuan budaya dan kekuatan maritim Sulut," puji Harvani saat menyerahkan tropi. Sorakan bergemuruh ketika Janto memamerkan karya berbahan bambu dan kain tenun Minahasa itu.

Di kategori perahu layang, Tim "Surya Nusantara" pimpinan Jefri Mandagi (Malalayang) meraih juara 1 (Rp5.000.000), disusul "Bahtera Jaya" Maria Tumundo (Wenang) juara 2 (Rp3.000.000), dan "Garuda Muda" Aldo Rombot (Tikala) juara 3 (Rp2.000.000).

Harvani menyisipkan misi sosial dalam kemeriahan. Ribuan paket beras dibagikan serentak di 15 DPC Gerindra se-Sulut. "Ini bukti kepedulian kami pada warga yang membutuhkan," ujarnya sambil menyerahkan langsung ke lansia.

Panggung hiburan dihidupkan oleh Cocolense yang membawakan lagu "Indonesia Pusaka", disusul Aprilia Tambariki dengan "Tanah Airku". Suasana makin panas saat Dandy Barakati mengajak penonton menyanyikan "Hari Merdeka".

Di balik layar, Janto Hasan berbagi cerita dengan Harvani. "Saya desain perahu ini selama 2 minggu, terinspirasi legenda naga Sulawesi dan semangat Garuda," ujanya bangga. Harvani pun mengapresiasi detail kristal biru yang merepresentasikan laut Sulut.

Logistik panitia jadi perhatian khusus. "Kami sediakan 20 stan jajanan gratis agar warga nyaman," kata Harvani sambil meninjau lapangan. Pengunjung antre menyantap tinutuan (bubur Manado) dan panada yang dihidangkan.

Bendahara DPD Mona Kloer mengungkap total hadiah mencapai Rp30 juta. "Ini bentuk investasi kebahagiaan untuk rakyat," jelasnya, menyebut kemenangan Janto Hasan sebagai pencapaian terunik malam itu.

Harvani turun langsung mengawasi dinamika acara. Ia terlihat memediasi juri, menyapa peserta lomba tarik tambang, bahkan ikut menari dengan anak-anak di depan panggung.

"Karya Janto membuktikan seni lokal bisa go nasional," tandas Harvani dalam konferensi pers. Ia berjanji akan mendokumentasikan perahu "Garuda Samudra" sebagai ikon budaya Sulut.

Puncak acara dihiasi kembang api berbentuk burung garuda raksasa. "Kemenangan para juara hari ini adalah kemenangan semangat kolaborasi," seru Harvani di tengah tepuk tangan riuh.

Pukul 22.30 WITA, gebyar ditutup dengan lagu "Bagimu Negeri" yang dikumandangkan ribuan suara. Janto Hasan dan pemenang lain diarak warga, mengukuhkan peran Harvani Boki sebagai katalisator kebanggaan daerah di bumi Nyiur Melambai. (**)