Menyambut Sukacita dengan Penuh Kearifan: Kapolres Bitung Ajak Warga Ciptakan Perayaan Aman dan Damai
Bitung, AktualNusantara-Memasuki penghujung tahun 2025, Kota Bitung mulai diselimuti semarak persiapan menyambut dua momen besar: Natal dan Tahun Baru. Udara penuh sukacita dan harapan baru sudah terasa di setiap sudut kota. Dalam suasana yang penuh antusiasme ini, Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, SIK., MH, hadir dengan pesan penuh perhatian untuk memastikan kegembiraan tersebut berlangsung dalam bingkai keamanan dan kedamaian.
Kapolres Albert Zai mengajak seluruh lapisan masyarakat Bitung untuk menjadikan perayaan ini sebagai momentum memperkuat tali persaudaraan. “Keindahan perayaan terletak pada kemampuan kita menjaga ketertiban dan merawat kerukunan,” pesannya. Suasana saling menghormati, menurutnya, adalah fondasi utama terciptanya keamanan kolektif, terutama di tengah keramaian perayaan.
Beliau secara khusus menekankan pentingnya kesadaran diri untuk menjauhi minuman keras dan narkoba. Kapolres mengingatkan bahwa euforia seringkali mengaburkan kewaspadaan. “Miras dan narkoba adalah gerbang menuju tindakan ceroboh, kekerasan, dan tindak pidana yang dapat merusak sukacita bersama. Mari kita jaga diri dan keluarga kita,” tegasnya.
Dalam hal mobilitas, imbauan keselamatan lalu lintas juga disampaikan dengan serius. Setiap pengendara diharapkan menjadi pelopor keselamatan dengan menggunakan helm standar, mengendarai kendaraan dengan santun, dan mengutamakan keselamatan nyawa di atas segala hal. “Perjalanan menuju tempat perayaan haruslah berakhir dengan tiba di rumah dengan selamat, bukan di rumah sakit atau petaka,” ujarnya.
Kekhawatiran terhadap potensi kekerasan juga diantisipasi. Kapolres dengan jelas melarang membawa senjata tajam ke tempat keramaian. Keberadaan benda tajam, sekalipun bukan untuk digunakan, dapat menciptakan atmosfer ketakutan dan memicu eskalasi konflik yang berawal dari hal sepele. “Mari jaga suasana damai tanpa ancaman, baik yang tersurat maupun tersirat,” imbaunya.
Tidak ketinggalan, tradisi perayaan yang berisiko tinggi seperti bermain petasan dan kembang api secara sembarangan mendapat perhatian khusus. Albert Zai mengingatkan bahwa kesenangan sesaat dari letusan petasan bisa berakhir dengan luka bakar, kebakaran, atau trauma, terutama bagi anak-anak dan lansia. “Biarkan cahaya sukacita kita berasal dari senyum, bukan dari percikan api yang berbahaya,” pesannya.
Gangguan suara juga menjadi perhatian. Kapolres meminta pengendara menghindari penggunaan knalpot brong dan meminta warga mengontrol volume musik. “Perayaan yang hakiki adalah yang menghormati hak orang lain untuk beristirahat dan menikmati ketenangan. Jangan biarkan kebisingan menjadi polusi yang mengotori kegembiraan kita,” tuturnya.
Demi kelancaran arus lalu lintas, masyarakat juga dihimbau untuk memarkir kendaraan pada tempatnya. Parkir sembarangan, terutama di pusat keramaian, bukan hanya menyebabkan kemacetan, tetapi juga bisa menghambat mobil darurat seperti ambulans atau pemadam kebakaran jika terjadi keadaan darurat. “Ketertiban dalam parkir adalah cermin kedewasaan kita bersama,” tambahnya.
Menutup rangkaian pesannya, Kapolres Bitung mengedepankan semangat gotong royong. Ia berharap sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan dapat menciptakan perayaan yang kondusif dan berkesan. “Dengan kerja sama kita, mari wujudkan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Bitung yang penuh kedamaian, keamanan, dan kebahagiaan sejati. Selamat merayakan dengan penuh kearifan,” pungkas Albert Zai, mengajak seluruh warga menjadi garda terdepan dalam menjaga kamtibmas. (JS)


Komentar via Facebook