Polres Bitung Ungkap Kasus Peredaran Obat Keras Trihexypenidyl, Tangkap Pelaku dengan Ribuan Butir Obat



Bitung, AktualNusantara- Satresnarkoba Polres Bitung berhasil mengungkap kasus peredaran obat keras jenis Trihexypenidyl di Kota Bitung. Penangkapan dilakukan pada Senin, 8 September 2025, dipimpin Kasat Narkoba IPTU Trivo Datukramat bersama timnya.

Terduga pelaku berinisial GB alias Gio, warga Kelurahan Girian Indah, berhasil diamankan beserta barang bukti berupa 2051 butir obat keras dan satu unit handphone. Penangkapan bermula dari informasi masyarakat tentang maraknya peredaran obat keras ilegal di wilayah tersebut.

Polisi lalu melakukan penyelidikan dan menemukan terduga pelaku di Perum Sagerat Lama, Kelurahan Sagerat Weru, Kecamatan Matuari. Di lokasi itu, ditemukan paket kiriman yang disimpan di bagasi motor pelaku berisi dua botol berisi Trihexypenidyl sebanyak 2051 butir.

Pelaku mengakui menerima kiriman obat keras tersebut sebanyak empat kali dari seseorang dengan akun Facebook bernama Bruno. Ia mengaku mendapat bagian 100 butir dari paket tersebut dan menjual obat itu dengan harga Rp 50.000 per lima butir.

Kasat Narkoba menambahkan bahwa terduga pelaku dan barang bukti segera diamankan ke Mapolres Bitung untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Polisi menyiapkan jeratan hukum berdasarkan Pasal 435 subs 436 ayat (2) UU RI No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Penangkapan ini menjadi bagian dari upaya Polres Bitung memberantas peredaran obat keras ilegal guna menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat. Kasat Trivo berpesan kepada masyarakat untuk aktif memberikan informasi terkait peredaran obat terlarang.

Kegiatan penyelidikan dan penindakan tersebut menunjukkan keseriusan aparat kepolisian dalam menindak pelaku yang merugikan masyarakat dan melanggar aturan kesehatan. Polres juga terus meningkatkan pengawasan terhadap obat-obatan yang berpotensi disalahgunakan.

Dengan keberhasilan ini, diharapkan dapat mengurangi peredaran obat keras ilegal di Bitung dan menumbuhkan lingkungan yang lebih aman serta sehat bagi masyarakat luas. (Risky Gintin?)