Sorak Malaikat Kembali Bergema: Jemaat Getsemani Teling Bawah Kolom 8 Rayakan Kabar Sukacita bagi Segala Bangsa



Manado, AktualNusantara – Sukacita surgawi menyelimuti Aula GMIM Getsemani Teling Bawah pada Jumat (5/12) malam. Jemaat Kolom 8 menggelar Ibadah Natal yang penuh khidmat dengan tema sentral "Kristus Telah Lahir, Kabar Baik bagi Segala Bangsa". Ibadah yang dimulai pukul 19.00 WITA ini menjadi momen bagi puluhan jemaat untuk menyelami kembali keajaiban dan makna terdalam dari kelahiran Sang Juruselamat.

Inti dari perayaan terpancar jelas dalam khotbah inspiratif yang disampaikan oleh Ketua Jemaat, Pdt. Eunike Manengkey Tololiu, S.Sos., Si.Kom., M.Th. Dengan mendasarkan renungan pada Lukas pasal 2, Pendeta Eunike menegaskan bahwa berita kelahiran Yesus di kota Daud adalah fakta historis sekaligus kabar transformatif yang kekinian. “Ini adalah pengumuman dari Sumber yang paling terpercaya, bahwa keselamatan telah tiba. Ini sukacita yang tak terbantahkan dan untuk semua orang,” serunya dengan penuh keyakinan.

Rangkaian ibadah mengalir lancar berkat panduan dua MC, Pmdi Lucretia Sela dan Pmdi Febiola Legoh.
Ucapan terima kasih dari Penatua MarlinanTamaka dan Diaken Cres Lapoliwa mewakili jemaat kolom 8.

Puncak kesan hadir saat Pendeta Eunike menggali Lukas 2:10-14. Ia menjelaskan bahwa sukacita Natal bukanlah emosi sesaat, tetapi “kesukaan besar” yang bersumber dari Allah dan diperuntukkan bagi seluruh bangsa. “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi!” ucapnya mengutip pujian bala tentara sorga, menekankan bahwa kelahiran Kristus membawa rekonsiliasi antara surga dan bumi, serta menawarkan damai sejahtera bagi setiap orang yang berkenan kepada-Nya.

Nuansa musik dan pujian menjadi tulang punggung penyembahan malam itu. Pmd. Frenkly Wantalangi memimpin alunan keyboard yang khidmat, diiringi Kantoria kaum Bapa. Lagu-lagu seperti “Malam Kudus” dan “Seribu Lilin” dinyanyikan dengan penuh perasaan, mengangkat hati jemaat dalam satu harmoni pujian syukur atas kasih karunia yang turun ke dunia.

Di balik layar, kesuksesan ibadah ini adalah buah dari kerja sama dan pelayanan segenap jemaat. Sejak hari sebelumnya, banyak pihak terlibat dalam dekorasi dan penataan aula. Tim konsumsi yang dipimpin Ibu Susan Sela Saune bekerja keras menyiapkan hidangan persekutuan. Sementara tim penerima tamu serta pundi persembahan memastikan setiap detail pelayanan berjalan dengan tertib dan penuh keramahan.

Sebagai penutup, Pendeta Eunike mengajak setiap jemaat untuk menjadi pembawa kabar baik itu ke tengah dunia. “Sebagaimana para gembala pergi memberitakan apa yang mereka lihat dan dengar, kita pun diutus untuk menjadi saksi damai sejahtera-Nya di keluarga, tempat kerja, dan masyarakat Teling Bawah,” pesannya dalam pengutusan. Ibadah ditutup dengan berkat yang menguatkan, mengirimkan jemaat pulang dengan hati yang dipenuhi terang Natal.

Ibadah Natal Jemaat Kolom 8 ini bukan sekadar acara seremonial akhir tahun. Lebih dari itu, perayaan ini adalah deklarasi iman bersama bahwa terang Betlehem yang kecil itu tetap bersinar, menghangatkan komunitas, dan mengingatkan semua orang bahwa kasih Allah yang nyata dalam Yesus Kristus adalah kabar terbaik sepanjang masa untuk segala bangsa. (Red)