Dari Aksi Demo ke Rekonsiliasi: Oknum Satpol PP Manado Minta Maaf Lewat Video Setelah Insiden Dorong-Mendorong
Manado, AktualNusantara- Ketegangan antara warga dan petugas Satpol PP di Manado akhirnya menemui titik terang setelah insiden dorong-mendorong yang terjadi pada Rabu, 30 Juli 2025 silam. Kasat Pol PP kota Manado Michael Tandirerung,lewat sekertaris satpol pp Tian Salindeho secara resmi mengklarifikasi bahwa kejadian tersebut murni merupakan tindakan oknum yang lepas kendali saat mengamankan aksi demo warga Kampung Merdeka.
Insiden bermula ketika puluhan warga Lingkungan III dan IV Kampung Merdeka menggelar unjuk rasa damai di halaman kantor pemerintah kota. Demonstrasi yang awalnya berjalan tertib berubah ricuh ketika terjadi gesekan antara salah seorang petugas bernama Fence Timbul dengan peserta demo Hayfa Bahmid, yang berujung pada aksi saling dorong.
Pasca kejadian, tuntutan utama dari korban adalah permintaan maaf secara terbuka melalui video. Hayfa Bahmid mengaku trauma secara psikologis setelah mengalami perlakuan kasar dari oknum petugas tersebut. "Saya hanya ingin keadilan dan pengakuan kesalahan," ujar Hayfa.
Setelah melalui proses mediasi selama satu hari, pada Kamis 31 Juli 2025 akhirnya tercapai kesepakatan perdamaian. Oknum petugas yang terlibat bersedia memenuhi permintaan korban dengan membuat video permintaan maaf yang kemudian disebarkan secara resmi.
Dalam video berdurasi dua menit tersebut, terlihat jelas oknum petugas FT menyampaikan penyesalan mendalam. "Saya memohon maaf atas tindakan tidak profesional saya. Ini menjadi pelajaran berharga bagi saya," ucapnya dengan penuh penyesalan.
Jems, salah satu pengawas Satpol PP Manado, menjelaskan bahwa insiden ini terjadi karena kombinasi faktor kelelahan dan tekanan kerja. "Kami tidak menutup mata atas kesalahan ini. Justru kami jadikan evaluasi untuk perbaikan ke depan," tegasnya.
Kasat Pol PP Manado mengumumkan sejumlah langkah perbaikan, termasuk peningkatan pelatihan de-eskalasi konflik dan pendampingan psikologis bagi petugas lapangan. "Kami akan perketat pengawasan untuk memastikan profesionalisme petugas," janjinya.
Insiden ini menjadi catatan penting bagi semua pihak tentang pentingnya komunikasi yang baik antara aparat dan masyarakat. Banyak pihak berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan, dengan mengedepankan dialog sebagai solusi utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat. (**)


Komentar via Facebook