Dalam Pemilihan Penuh Kehangatan, GMIM Tetapkan Pdt. Dr. Adolf Katuuk Wenas sebagai Nahkoda Baru



Tomohon, AktualNusantara- Sejarah baru tercatat dalam lembaran Gereja Masehi Injili di Minahasa(GMIM). Di penghujung Sidang Majelis Sinode Tahunan (SMST) ke-38, tepatnya pada Rabu dini hari (17/12), sebuah keputusan bersejarah lahir dari Bukit Inspirasi Tomohon: terpilihnya seorang pemimpin baru untuk mengisi kekosongan Ketua Badan Pimpinan Majelis Sinode (BPMS) periode 2022-2027.

Latar dan Konteks
Kursi pimpinan tersebut sebelumnya dipegang oleh Pdt Dr Hein Arina.Proses penggantiannya pun berlangsung dalam sebuah pemilihan yang sangat ketat dan dinanti-nantikan. Sidang yang dihadiri oleh para utusan jemaat ini menjadi ajang penentuan arah baru bagi salah satu gereja terbesar di Indonesia Timur tersebut.

Para Penantang
Persaingan mengerucut pada empat nama calon:Pdt Dr Adolf Katuuk Wenas MTh, Pdt Djefry Saisab, Pdt Richard Mengko, dan Pdt Christian Luwuk. Masing-masing membawa rekam jejak dan harapan yang berbeda, menjadikan proses ini bukan sekadar ritual, tetapi sebuah pergulatan pemikiran dan visi untuk masa depan GMIM.

Ketegangan Menghitung Suara
Proses penghitungan suara berjalan lancar,namun nuansa dramatis justru terasa makin menguat saat surat suara dibuka satu per satu. Dua nama, Pdt Adolf dan Pdt Djefry, terus saling berkejaran dalam perolehan suara. Suasana hening mencekam menyelimuti ruang sidang, seiring dengan naik turunnya angka dari kedua kandidat utama.

Ketegangan memuncak pada angka akhir.Pdt Adolf Katuuk Wenas berhasil mengumpulkan 143 suara, mengungguli Pdt Djefry Saisab yang memperoleh 129 suara. Di luar itu, Pdt Richard Mengko mendapat 7 suara, Pdt Christian Luwuk 1 suara, dan terdapat 2 suara rusak. Momen paling menegangkan terungkap: andai Pdt Adolf hanya mendapat 142 suara, atau satu suara kurang, pemilihan akan berlanjut ke putaran kedua karena aturan mayoritas setengah tambah satu.

Deklarasi Kesiapan
Segera setelah pengumuman resmi,Pdt Adolf yang terpilih langsung diminta menyatakan kesiapannya. Tanpa ragu, dengan penuh keteguhan, ia menyambut amanah berat untuk memimpin GMIM hingga masa jabatan berakhir pada Maret 2027. Pernyataan kesediaannya menandai dimulainya babak kepemimpinan baru.

Dengan demikian,SMST ke-38 secara resmi dan sah menetapkan Pdt Dr Adolf Katuuk Wenas MTh sebagai Ketua BPMS GMIM untuk sisa periode 2022-2027. Proses demokratis yang alot dan transparan itu pun akhirnya menemukan titik terang, mengakhiri ketidakpastian sekaligus membuka lembaran baru.

Pemilihan ini bukan sekadar pergantian tokoh,tetapi sebuah cermin dinamika dan kematangan gereja dalam mengambil keputusan strategis. Selisih suara yang tipis dan momen satu suara penentu itu akan dikenang sebagai bagian dari narasi demokrasi internal GMIM, yang akhirnya memilih untuk melanjutkan perjalanan di bawah pimpinan baru. (**)