Gubernur Sulut Temui Keluarga Balita Penyintas KM. Barcelona, Apresiasi Penyelamat yang Heroik



Manado, AktualNusantara– Rasa syukur dan penghormatan mendalam mewarnai pertemuan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, S.E., dengan keluarga balita penyintas tragedi kebakaran KM. Barcelona. Pertemuan yang berlangsung di Wisma Negara Manado pada hari ini bersifat sangat emosional, menyentuh hati semua yang hadir.

Gubernur Komaling secara khusus mewakili seluruh masyarakat Sulawesi Utara menyampaikan ucapan syukur atas keselamatan balita tersebut. Keberhasilan penyelamatan sang balita menjadi titik terang di tengah duka mendalam yang melanda akibat musibah nahas itu.

Figur kunci dalam pertemuan ini adalah Abdul Rahman Agu, sang pahlawan penyelamat. Gubernur secara langsung memberikan penghargaan tertinggi atas keberanian luar biasa yang ditunjukkan Agu di tengah kobaran api yang mengamuk di KM. Barcelona. Tindakan heroik Agu dinilai sebagai wujud nyata kemanusiaan yang luhur.

Lebih dari sekadar ucapan terima kasih, Gubernur Komaling dengan tegas menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk mendukung keluarga korban tragedi. Dukungan ini mencakup pendampingan pemulihan psikologis jangka panjang bagi balita dan keluarganya, serta pemenuhan kebutuhan dasar mereka selama proses pemulihan berlangsung.

Pertemuan yang penuh keharuan ini kemudian ditutup dengan momen khidmat berupa doa bersama. Doa dipanjatkan untuk kesembuhan dan kekuatan keluarga penyintas, serta ketabahan bagi seluruh keluarga korban yang berduka. Suasana semakin mengharukan saat keluarga balita menerima bantuan simbolis dari pemerintah.

Puncak acara adalah penyerahan piagam penghargaan resmi kepada Abdul Rahman Agu. Piagam ini merupakan bentuk pengakuan resmi dan rasa terima kasih tak terhingga dari pemerintah dan masyarakat Sulut atas pengorbanan dan keberaniannya yang menyelamatkan nyawa.

Meskipun tragedi KM. Barcelona meninggalkan duka yang dalam bagi Sulawesi Utara, khususnya Kota Manado, kisah penyelamatan balita oleh Abdul Rahman Agu menyulut harapan baru. Kisah heroik ini menjadi inspirasi kemanusiaan yang kuat, mengingatkan semua akan semangat gotong royong dan solidaritas, "Torang Samua Basudara" – Kita Semua Bersaudara.(**)