Pengusaha Muda Inal Supit Tanggapi Berita Miring: "Wartawan Mitra, Bukan Musuh – Mari Bangun Sinergi Sulut!"



Ratatotok, AktualNusantara – Pengusaha muda asal Ratatotok, Inal Supit, angkat bicara soal pemberitaan miring yang sempat viral di media massa tentang dirinya dan rekan bisnisnya, Maya. Pernyataan terbuka ini disampaikan di tengah hiruk-pikuk isu, menunjukkan sikap dewasa menghadapi kontroversi.

Inal mengaku terpukul berat dengan berita-berita negatif itu. "Sakit hati rasanya baca berita miring begitu. Saya bahkan tanya ke teman wartawan: 'Kenapa cuma kita yang disasar?' Jawab mereka sederhana, karena saya yang paling dikenal," ceritanya dengan nada tenang tapi jujur.

Meski kecewa, Inal tegas tak simpan dendam pada wartawan. Ia justru lihat jurnalis sebagai mitra krusial dalam usaha dan kegiatan sosialnya. "Saya tetap buka komunikasi baik dengan teman-teman pers. Wartawan bukan musuh, tapi partner saya," ujarnya, tunjukkan sikap inklusif.

Inal juga minta maaf jika pernah singgung perasaan wartawan. "Lewat ini, saya minta maaf atas sikap atau kata-kata saya yang mungkin menyakiti, sengaja atau nggak. Mari kita jaga hubungan harmonis," tambahnya, bikin suasana lebih ringan.

Ia harap kemitraan usaha dan media di Sulawesi Utara makin kuat. "Semoga ke depan, kita bisa kolaborasi lebih baik, saling untung, dan bermanfaat buat semua. Amin," tutup Inal, penuh harapan positif untuk kemajuan daerah.

Pernyataan Inal dapat sambutan hangat dari berbagai pihak. Aktivis perempuan Sulut, Yuni Wahyuni Srikandi, beri apresiasi tinggi. "Salut buat Bung Inal! Nggak mudah ikhlas lihat wartawan sebagai mitra setelah berita nggak enak," katanya.

Yuni bilang, sikap Inal jadi contoh matang. "Ini kedewasaan dan keikhlasan hati yang patut ditiru. Banyak yang bisa belajar dari sini," tambahnya, soroti nilai positif di tengah dinamika media.

Dengan langkah ini, Inal Supit ingin bangun kepercayaan publik. Ia tekankan, hubungan usaha-media harus berdampingan, bukan saling serang. "Sinergi ini kunci majukan Sulawesi Utara bareng," pesannya.

Isu pemberitaan miring ini sempat ramai, tapi Inal pilih jalan dialog. "Saya percaya, komunikasi terbuka bisa redam salah paham," ujarnya, tunjukkan komitmen jangka panjang.

Akhirnya, pernyataan Inal jadi angin segar. Di Ratatotok dan Sulut, harapan sinergi usaha-pers makin kuat, demi bangun daerah yang lebih baik dan transparan. (**)