Natal 2025, Gubernur Yulius Sampaikan Pesan Damai dan Harapan Baru untuk Sulawesi Utara



Manado, AktualNusantara – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, menyampaikan ucapan Selamat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 kepada seluruh masyarakat provinsi itu. Dalam pesannya, ia menitikberatkan pada semangat perdamaian, persatuan, serta penguatan harapan untuk membangun masa depan daerah yang lebih baik.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, saya mengucapkan Selamat Hari Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kiranya damai Kristus senantiasa memenuhi setiap sudut keluarga kita,” ujar Gubernur dalam pernyataan resminya, yang dibacakan di tengah berbagai persiapan perayaan di Manado.

Bagi Yulius, perayaan Natal memiliki makna yang melampaui aspek ritual keagamaan semata. Ia menyebut Natal sebagai momentum spiritual yang menegaskan kembali pentingnya nilai-nilai kasih, pengharapan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk.

Nilai-nilai universal tersebut, menurutnya, menemukan relevansi yang kuat di tengah keberagaman Sulawesi Utara. Provinsi ini dikenal sebagai salah satu daerah yang menjunjung tinggi toleransi di Indonesia, di mana perbedaan agama dan budaya hidup berdampingan dengan damai.

Gubernur pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai pesan damai Natal secara lebih luas. “Damai Kristus harus dimaknai sebagai kekuatan moral yang mampu merajut kebersamaan lintas iman dan latar belakang,” tegasnya, menekankan bahwa ikatan sosial harus terus diperkuat.

Harapan baru yang dibawa Natal, lanjut Yulius, seharusnya menjadi penggerak bagi seluruh masyarakat. “Kasih-Nya menerangi seluruh negeri Indonesia, dan harapan yang baru menguatkan kita semua untuk terus bersatu, berdoa, dan berkarya,” kata dia, mengajak warganya untuk aktif membangun daerah.

Sebagai purnawirawan TNI yang kini memimpin daerah, Yulius Selvanus dikenal memadukan pendekatan kepemimpinan tegas dengan sentuhan humanis. Dalam berbagai kesempatan, ia konsisten menekankan bahwa stabilitas sosial dan harmoni antarwarga merupakan fondasi yang tak tergantikan.

“Tanpa kedamaian dan kerukunan, percepatan pembangunan mustahil terwujud. Natal ini mengingatkan kita semua bahwa kolaborasi dalam perbedaan adalah kunci kemajuan Sulawesi Utara,” pungkas Gubernur, menutup pesannya dengan komitmen untuk terus menjaga persatuan. (JS)