Pasukan Samapta dan Brimob Polda Sulut Jadi Ujung Tombak Evakuasi Korban KM Barcelona
Manado, AktualNusantara – Puluhan personel Direktorat Samapta dan Brigade Mobil (Brimob) Polda Sulawesi Utara bergerak cepat mengevakuasi korban kebakaran KM Barcelona VA di Pelabuhan Manado, Minggu (20/7/2025) sore hingga malam. Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, itu terbakar hebat di perairan Talise sekitar pukul 12.00 Wita, memicu kepanikan massal dan aksi penyelamatan darurat .
Tiga korban jiwa telah diidentifikasi: Asna Lapae (50), Zakaria Tindiuling, dan Juliana Humulung (40). Dua jenazah berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Serei menggunakan kapal Bakamla RI. Korban tewas diketahui merupakan pasien yang hendak berobat ke Manado, mencerminkan urgensi evakuasi medis dalam tragedi ini .
Proses evakuasi dipimpin langsung oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie dan Wakapolda Brigjen Pol Awi Setiyono. Mereka mengoordinasikan satuan gabungan yang melibatkan Basarnas, Bakamla, Ditpolairud Polda Sulut, TNI AL, Satpolairud Polres Minahasa Utara, serta relawan warga. "Kita mengerahkan pasukan dan peralatan SAR segera setelah kejadian," tegas Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan .
Unsur TNI AL berkontribusi signifikan dengan mengerahkan KRI Pari-849 dan KAL Tedung Selar untuk operasi SAR. Panglima Koarmada RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata menyatakan nelayan lokal juga diikutsertakan dalam evakuasi, memperluas jangkauan pencarian korban di perairan Pulau Gangga dan Talise .
Pasukan Samapta dan Brimob berfokus pada evakuasi darat di Pelabuhan Manado, menyiapkan posko darurat berfasilitas medis. PT Pelabuhan Indonesia Pelindo Regional 4 Manado menyediakan ruang tunggu khusus serta ambulans untuk korban selamat. Hingga Senin (21/7), dua penumpang—Levi Aiba dan Hamen Langinang—masih dalam pencarian intensif oleh 23 personel SAR gabungan menggunakan KN SAR Bima Sena dan rubber boat .
Saksi mata Alwina Inang, istri Kasat Lantas Polres Talaud yang selamat, menggambarkan kepanikan saat api menyebar dari kamar nomor 33. "Kami langsung melompat ke laut tanpa sempat pakai pelampung," ujarnya. Warga Pulau Gangga seperti Jenly turun tangan dengan perahu pribadi, menyelamatkan 12 orang dalam 10 menit pertama .
Pemerintah Provinsi Sulut mendirikan tiga posko penanganan di Pulau Gangga, Likupang, dan Pelabuhan Manado. Gubernur Yulius Selvanus Komaling memastikan seluruh korban selamat mendapat perawatan kesehatan memadai, termasuk rujukan rumah sakit bagi yang mengalami luka kritis .
Penyebab kebakaran masih diselidiki otoritas terkait. Koordinasi antara kepolisian, TNI, Basarnas, dan pemerintah daerah terus diperkuat untuk memastikan evakuasi tuntas serta dukungan psikologis bagi keluarga korban .(**)


Komentar via Facebook