Tidak Menjadi Lemah dan Putus Asa



Renungan Kristen

Ibrani 12:3, "Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa."

Membaca ayat ini kita segera tahu rahasia untuk tidak menjadi lemah dan putus asa, yaitu "Ingatlah selalu akan Dia…". Inilah rahasia agar dalam menempuh kehidupan kita, yang sering dihadapkan dengan tantangan dan cobaan, kita tidak menjadi lemah dan putus asa.

Kata "ingatlah" mengandung arti merenungkan dan membandingkan, artinya kita perlu merenungkan penderitaan yang Yesus alami dan membandingkan dengan penderitaan atau cobaan yang sedang kita alami.

Yesus lahir di tempat yang tidak layak, kandang domba. Dia ditolak oleh umat-Nya sendiri, bahkan disalibkan. Dia dikhianati oleh murid-Nya. Dia menanggung segala bantahan, gosip yang sedemikan hebat. Dan kalau kita mau jujur, sampai hari ini pun Nama-Nya masih ditolak orang, bahkan "para murid" hari ini, yaitu orang Kristen masih "mengkhianati" Dia. O, betapa Dia terus menerus hidup dalam penderitaan.

Bisakah penderitaan-Nya dibandingkan dengan penderitaan manusia, atau dengan penderitaan Anda dan saya? Renungkanlah!

Kata kedua yang perlu diperhatikan adalah kata "selalu", artinya mengingat Tuhan tidak cukup hanya di pagi hari, apalagi hanya pada waktu ibadah, tetapi SELALU. Saat hati dan pikiran kita selalu mengingat Tuhan dan apa yang telah Dia alami, kita akan dibebaskan dari "lemah dan putus asa". Alih-alih memustikakan pergumulan kita; kesalahpahaman, kesusahan bahkan pengkhianatan lebih baik marilah kita lebih mengingat dan memustikakan Dia, selalu. Amin.

Matius 11:28, "Marilah kepada-Ku…., Aku akan memberikan kelegaan kepadamu."

(Ev. VL)