Ketegangan Meningkat, Tentara Lebanon Terjepit di Antara Konflik Israel dan Hezbollah
Timur Tengah - Tentara Lebanon, yang dikenal kuat namun kekurangan dana, tetap netral meski konflik antara Israel dan Hezbollah semakin memanas. Israel meningkatkan serangan udara di Lebanon, sementara Hezbollah memperbanyak serangan drone dan roket ke wilayah Israel.
Sejak eskalasi pada akhir September, lebih dari 1.600 warga Lebanon tewas dan ribuan terluka akibat serangan Israel. UN melaporkan sekitar 1,2 juta orang mengungsi. Meski demikian, tentara Lebanon hanya bisa bertahan dan belum melakukan tindakan signifikan dalam pertempuran.
Militer Lebanon menghadapi dilema besar. Mereka kekurangan sumber daya dan kekuatan dibandingkan Hezbollah, yang memiliki sekitar 100.000 pejuang dengan dukungan Iran. Sementara itu, Israel dengan teknologi canggih dan 670.000 personel militernya terus mengincar infrastruktur Hezbollah, termasuk di wilayah dekat perbatasan.
Tentara Lebanon saat ini berada dalam posisi yang sulit. Mereka tidak memiliki kekuatan untuk melawan Israel, namun tetap menjadi simbol stabilitas dan kepercayaan bagi rakyat Lebanon. Meski tidak mampu mempertahankan wilayah secara langsung, militer Lebanon tetap memegang peran penting dalam menjaga kestabilan, khususnya di wilayah selatan bersama pasukan perdamaian PBB.
Namun, serangan Israel juga dianggap merusak reputasi militer Lebanon. Sebagian pengamat menduga bahwa Israel ingin menggantikan pasukan Lebanon dan PBB dengan kontrol Israel di wilayah selatan Lebanon.
Hingga kini, tentara Lebanon belum memberikan komentar terkait langkah mereka jika Israel melanjutkan serangan darat. (rg)
Dirangkum dari France 24, 15/10/2024


Komentar via Facebook