Sulawesi Utara Dapat Jatah 320 Penerima KUR Nasional, Target Maksimalkan Dampak Ekonomi UMKM



Sulut  AktualNusantara – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kebagian 320 penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari total 800.000 nasional, sebagai upaya pemerintah dorong UMKM berkembang. Program ini diharapkan gerakkan roda ekonomi daerah melalui akses modal murah bagi pelaku usaha kecil.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Sulut, Christian Talumepa, menjelaskan bahwa 320 kuota ini dibagi ke lima perbankan sebagai penyalur utama. "Mereka yang akan jadi sentra bagi calon penerima, agar penyaluran lancar dan tepat sasaran," katanya di Manado, Selasa lalu. Rabu 22/10/2025

Pemprov Sulut optimis semua penerima bisa terserap maksimal, bukan hanya sekarang tapi juga ke depan. "Akses KUR ini fondasi untuk usaha berkelanjutan, terutama bagi UMKM yang butuh modal tambahan," tambah Talumepa.

Jika usaha dinilai sukses oleh perbankan, pemerintah siap lipatgandakan kreditnya. Hal ini akan bantu pelaku UMKM ekspansi, ciptakan lapangan kerja, dan kurangi pengangguran di Sulut yang kaya potensi.

Talumepa yakin KUR sebesar Rp500 juta misalnya, bisa gerakkan usaha seperti katering yang butuh tenaga kerja ekstra. "Pasti serap tenaga kerja, efek berantai ke ekonomi lokal," ujarnya antusias.

Dampaknya, pekerja baru bisa lepas dari garis kemiskinan melalui pendapatan stabil. "Program ini ubah nasib pengangguran jadi pekerja mandiri, tingkatkan kesejahteraan masyarakat Sulut," jelasnya.

Akad massal 320 penerima KUR digelar bersamaan peluncuran kredit program perumahan 2025, disampaikan staf khusus. Ini jadi momentum besar ciptakan lapangan kerja dan dorong sektor riil.

Dengan dukungan penuh Pemprov, KUR diharapkan jadi katalisator pembangunan inklusif di Sulut, perkuat daya saing UMKM di tengah tantangan ekonomi nasional.

Kegiatan ini tunjukkan komitmen bersama pemerintah dan perbankan, agar Sulut maju sebagai provinsi mandiri dan sejahtera melalui kekuatan UMKM lokal. (**)