Tanggung Jawab SPI dalam Tragedi KM Barcelona V: Evakuasi Cepat dan Klarifikasi Kontroversi
Manado, AktualNusantara- PT Surya Pacific Indonesia (SPI) sebagai operator KM Barcelona V menegaskan komitmen penuhnya dalam menangani musibah kebakaran kapal pada 20 Juli 2025. Humas SPI, Ridwan Faluga, menyatakan bahwa pihak perusahaan "langsung bergerak cepat" dengan mengerahkan seluruh sumber daya untuk menyelamatkan penumpang, termasuk mengirim kapal-kapal lain milik SPI ke lokasi kejadian di perairan Talise .
Menanggapi kritik soal tidak digunakannya liferaft (rakit penyelamat), SPI menjelaskan bahwa kepanikan massal di antara penumpang dan awak kapal membuat prosedur evakuasi standar tidak dapat dijalankan. "Seluruh penumpang dan ABK sudah dalam keadaan panik, sehingga liferaft tidak difungsikan," jelas Faluga. Meski demikian, mayoritas penumpang berhasil selamat berkat penggunaan life jacket yang memadai .
SPI menekankan bahwa fokus utama mereka adalah penyelamatan jiwa, bukan aset material. "Perusahaan sudah tidak memikirkan masalah kapalnya, tapi yang diutamakan penumpangnya," tegas Faluga. Sikap ini tercermin dari instruksi langsung direktur SPI untuk mengalihkan seluruh armada pendukung guna evakuasi korban .
Merespons perbedaan data manifes (280 penumpang) dengan jumlah evakuasi (580 orang), SPI mengklarifikasi bahwa kelebihan muatan disebabkan oleh praktik pembayaran tiket di atas kapal yang sudah berlangsung bertahun-tahun. "Ini bukan rahasia umum kami tidak bisa melarang karena masih wajar untuk kemampuan kapal," papar Faluga. SPI mengakui kapasitas resmi kapal adalah 450 orang, termasuk kru .
Menangkis isu "hilangnya" direktur SPI, V.A. Ko Sim, perusahaan menjelaskan bahwa ia justru terlibat langsung dalam koordinasi darurat. "Dari detik awal informasi, bos penanggung jawab kami bergerak cepat dari Manado ke Likupang dan kembali ke Manado untuk memimpin tindakan penyelamatan," ungkap Faluga. Kehadiran fisik di lokasi dianggap mengganggu konsentrasi tim lapangan .
SPI menyoroti sinergi antara tim internal, Basarnas, TNI, polisi, dan nelayan lokal dalam evakuasi. Sebanyak 575 penumpang berhasil diselamatkan berkat respons gabungan ini, sementara tiga korban meninggal telah teridentifikasi, dan dua lainnya masih dalam pencarian .
Meski membantah kelalaian sistemik, SPI berkomitmen mengevaluasi protokol keselamatan, termasuk pelatihan safety drill untuk awak kapal. Mereka juga mendukung penyelidikan kepolisian terhadap nahkoda berinisial IB yang ditetapkan sebagai tersangka .
SPI menjamin seluruh biaya perawatan korban ditanggung oleh Jasa Raharja, termasuk identifikasi jenazah dan pemulangan. Perusahaan juga menyiapkan pendampingan psikologis bagi korban trauma dan keluarga korban meninggal .
Dalam wawancara mendalam, SPI mengingatkan bahwa praktik pelayaran di Indonesia, seperti penjualan tiket di atas kapal, adalah fenomena struktural yang membutuhkan reformasi kebijakan, bukan sekadar menyalahkan operator .
Ke depan, SPI berjanji meningkatkan pengawasan muatan dan memperketat pelatihan keselamatan awak kapal. "Kami akan bekerja sama dengan Kemenhub untuk memastikan standar yang lebih ketat," tambah Faluga .
Kemenhub mengapresiasi respons cepat SPI namun tetap akan menginvestigasi penyebab kebakaran melalui KNKT. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan, "Keselamatan pelayaran adalah prioritas utama" .
Tragedi ini menjadi pembelajaran bagi seluruh pemangku kepentingan transportasi laut Indonesia. SPI menegaskan kembali komitmennya: "Musibah ini tidak mengurangi tanggung jawab kami untuk menyelamatkan jiwa manusia sebagai nilai tertinggi" (**)


Komentar via Facebook