Korban Banjir dan Longsor di Sumbar Terus Bertambah, 19 Orang Berstatus Meninggal Dunia



Sumbar, AktualNusantara.my.id ~ Hujan yang melanda kawasan sekitar Gunung Marapi dan Singgalang dini hari Sabtu, (11/05/2024 ) mengakibatkan korban jiwa yang dikabarkan terus bertambah.

Banjir bandang yang berdampak di beberapa daerah di Sumatera Barat (Sumbar) khususnya di kabupaten Agam yang melanda dua kecamatan terparah terdampak yaitu Kecamatan Candung dan Kecamatan Sungai Pua, sampai data diturunkan pukul 20.30 Wib, Minggu, (12/05/2024), korban meninggal dunia telah mencapai 19 orang.

"Untuk jumlah korban saat ini yang sudah terintifikasi berstatus meninggal dunia berjumlah 19 orang, dua dinyatakan hilang di dua kecamatan yang berbeda yaitu Kecamatan Sungai Pua dan di Kecamatan Candung. Sementara korban jiwa sebagian sudah dimakamkan oleh keluarga," ungkap Kadinas Kominfo Agam saat diwawancarai awak media.

"Saat ini, disebutkan upaya penanganan masih berlanjut dan tanggap darurat berlangsung selama 14 hari kedepan dengan titik fokus pencarian korban, penanganan korban yang kritis dan luka - luka. Kemudian penanganan pecarian korban yang berstatus hilang, kita akan terus upayakan. Terdata berjumlah dua orang. Dan kita berharap masyarakat Kabupaten Agam segera melaporkan apabila ada keluarganya yang hilang atau belum ditemukan.

"Sementara itu, untuk dampak kerusakan yang terjadi, baik sarana prasarana seperti mesjid, musholla, rumah warga, ternak serta lahan pertanian, kerusakan berstatus ringan, sedang hingga berat masih dalam proses pendataan. Nanti akan diinfomasikan lebih lanjut," ungkap Kadis Kominfo Agam, Satria.

"Kita berharap semua masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor untuk tetap tenang dan tetap waspada terutama yang mendekati longsor dan daerah aliran sungai yang mengarah dari hulu Gunung Merapi," kata Satria.

Posko utama penanganan darurat banjir bandang di Bukik Batabuah dipimpin oleh kepala BPBD Agam H.Edi Busti, yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Agam dengan berkoordinasi dengan unsur terkait perangkat daerah serta TNI dan Polri .

Data korban warga yang berstatus meninggal dunia, status teridentifikasi tim gabungan, dokter dan DVI :

I.Kecamatan Sungai Pua :

1.Adila (P), 57 Tahun, Payakumbuh .
2.Suryani (P), 52 tahun, Galuang Sungai Pua.
3.Mimi Suryani (P), 57 tahun,Galuang
4.Syaukani Sani (P) 56 tahun, Kapalo Koto
5.Efniza zainal (P), 60 tahun, Sungai Pua .
6.Naila Rusda( P) 19 tahun Kapalo Koto
7.Nur Jannah (P), 78 tahun
8.Saskia Tahira (P), 16 tahun
9 Dahni Ar (L), 80 tahun

II.Kecamatan Candung.
1 Adek Hendra (L), 40 tahun, Bukik Batabuah
2.Resvanel (P) 65 tahun, Bukik Batabuah, Candung
3.Warni Bahar (P) Simpang Bukik
4.Anjeli (P), 15 tahun Simpang Bukik.
5.Maryam M. Akbar (P), 8 Tahun, Simpang Bukik
6.Shanum (P), 1.5 tahun, Simpang Bukik .
7.Hilia Azizah (P), 4 tahun, Simpang Bukik
8.Lem Yatril (L), 60 tahun, Bukik Batabuah .
9.Ujang (L), 71 tahun,
10.Nelda (P), 65 tahun ,

Korban belum ditemukan:

1. Halimatus Syahdiah (P), 30 tahun, Simpang Bukik .
2. Nanda (L), 35 tahun, Simpang Bukik.