Cetak Operator Excavator Andal, PT RBN Dipercaya Latih Pemuda Desa se-Kotamobagu
Manado, AktualNusantara – Komitmen mencetak tenaga kerja terampil di bidang alat berat kembali ditunjukkan PT Rajawali Buana Nusantara (RBN). Perusahaan lembaga pelatihan kerja operator alat berat ini secara resmi menerima sekaligus membuka pelatihan operator excavator bagi peserta utusan desa-desa se-Kota Kotamobagu, bertempat di kantor PT RBN, Kelurahan Minanga, Lingkungan VI, Kecamatan Malalayang, Jumat (19/12/2025).


Usai penerimaan dan pembukaan, para peserta langsung dibawa ke lokasi pelatihan di wilayah Kairagi untuk diperkenalkan dengan area praktik, sebelum diarahkan ke mess tempat tinggal selama mengikuti program pelatihan.
Direktur Utama PT Rajawali Buana Nusantara, Steven Pance Pioh, SH, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kotamobagu atas kepercayaan yang diberikan kepada PT RBN sebagai mitra pelatihan.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Kotamobagu atas kepercayaannya kepada PT Rajawali Buana Nusantara sebagai lembaga pelatihan kerja operator alat berat. Terima kasih juga kepada Disnaker Kota Kotamobagu yang telah merekomendasikan kami kepada Dinas PMD Kota Kotamobagu untuk melaksanakan pelatihan bagi desa-desa se-Kota Kotamobagu,” ujar Pioh.
Ia menjelaskan, pelatihan ini bertujuan membina dan membentuk keterampilan peserta agar menjadi operator alat berat yang kompeten, khususnya pada unit excavator.
“Kegiatan ini merupakan kerja sama PT RBN dengan Disnaker, Dinas PMD, serta desa-desa se-Kota Kotamobagu. Peserta berjumlah 18 orang, dengan trainer dari PT RBN yang telah bersertifikat resmi BNSP dan berpengalaman di bidang alat berat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pioh menegaskan bahwa PT RBN telah lama dipercaya oleh pemerintah daerah serta berbagai perusahaan konstruksi dan pertambangan.
“Selain pelatihan operator alat berat, PT RBN juga merupakan pelaksana diklat uji kompetensi dan sertifikasi Kementerian Ketenagakerjaan RI dan BNSP,” tambahnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) bersama Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disnaker) menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi pembangunan daerah berbasis desa.

Hal tersebut disampaikan Fahrin Ambaru, S.IP, M.Ec.Dev, Kabid Pembangunan Keuangan dan Aset Desa DPMD Kota Kotamobagu.
“Kami dari Dinas PMD bersama tim dari Disnaker hari ini memfasilitasi, mendampingi, dan mengantarkan para peserta pelatihan operator alat berat yang berasal dari 9 desa di Kota Kotamobagu, dengan jumlah 18 peserta,” ungkap Fahrin.

Ia menjelaskan bahwa program pelatihan ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) dan merupakan program prioritas yang selaras dengan visi dan misi kepala daerah.
“APBDes tidak hanya mendukung program di desa, tetapi juga disinkronkan dengan prioritas pembangunan daerah, khususnya dalam pengurangan angka kemiskinan melalui penurunan tingkat pengangguran,” jelasnya.
Diharapkan, melalui pelatihan ini para peserta dapat memperoleh keterampilan, pengetahuan, dan sertifikasi yang nantinya membuka peluang kerja di berbagai perusahaan.
“Kami berharap para pemuda yang mengikuti pelatihan di PLPK PT Rajawali Buana Nusantara ini dapat memiliki skill yang memadai dan terserap di dunia kerja, baik di Kotamobagu, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, maupun daerah lain di Indonesia,” tutup Fahrin.
Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, desa, dan lembaga pelatihan profesional, program ini menjadi langkah konkret dalam menyiapkan sumber daya manusia desa yang kompeten dan berdaya saing di sektor industri dan konstruksi.


Komentar via Facebook