Gubernur Sulut Rayakan 33 Tahun Pernikahan dan Sampaikan Komitmen Pembangunan
Kakas, AktualNusantara – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), bersama istri tercinta, Ibu Anik Fitri Wandriani, merayakan 33 tahun perjalanan rumah tangga dalam ibadah syukur yang digelar di Kakas, Kamis (18/10). Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Dalam kesempatan itu, Gubernur tak hanya berbagi kisah pernikahan, tetapi juga menegaskan komitmennya untuk memajukan Sulut melalui sejumlah program konkret.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan rasa syukur atas perjalanan 33 tahun rumah tangganya yang penuh suka dan duka. Ia mengungkapkan, istri merupakan pilar utama dalam hidupnya, baik sebagai pendamping maupun penopang selama menjalani karier sebagai prajurit TNI dan Gubernur. “Istri adalah pendoa dan kekuatan di balik pengabdian saya. Selama 33 tahun, saya tak pernah marah kepadanya maupun anak-anak,” ujarnya, disambut tepuk tangan undangan.
Ia juga membagikan pengalaman saat bertugas di Papua sebagai prajurit, termasuk hilang selama 27 hari. “Saya selamat karena doa keluarga, terutama istri,” tuturnya.
Usai pensiun dari militer, Gubernur mengundurkan diri sebagai Asisten Khusus Presiden pada 18 Oktober 2024 untuk maju sebagai Calon Gubernur. Perjuangan politiknya berbuah hasil dengan terpilihnya ia memimpin Sulut. “Masyarakat tidak mempermalukan saya. Di dua kecamatan ini (Kakas dan Kakas Barat), saya meraih kemenangan,” ucapnya.
Sejak 8 Juli 2024, ia juga dipercaya sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Sulut. Untuk memperkuat pembangunan, ia berkomitmen menyalurkan 3 unit mesin kontraktor ke masyarakat Kakas serta 10 alat berat pertanian hasil kerja sama dengan Kementerian Pertanian.
Gubernur menyebut pertumbuhan ekonomi Sulut saat ini mencapai 5,62% (peringkat 7 nasional) dan optimis bisa ditingkatkan menjadi 7% melalui kolaborasi dengan semua pihak. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan sumber daya alam, seperti tambang, perikanan, dan pertanian, termasuk pengembangan nilam.
“Saya ingatkan: jangan menanam nilam di sawah karena pH tanah tidak cocok. Tanamlah di ladang agar hasil maksimal,” pesannya. Ia menjanjikan dukungan UMD (Unit Monitoring Desa) untuk stabilisasi pengembangan nilam.
Gubernur mengaku telah menjalin komunikasi intensif dengan Menteri Bappenas dan Menteri Kesehatan guna mempercepat pembangunan infrastruktur, kesehatan, dan ekonomi di Sulut. “Bersama Wakil Gubernur, kami akan bekerja nyata untuk Sulut yang maju dan berkelanjutan,” tegasnya.
Di akhir acara, Gubernur dan istri menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan doa seluruh tamu. “Tuhan memberkati kita semua. Mari bersama menorehkan prestasi untuk Sulut,” tutupnya.
Perayaan ini tidak hanya menjadi momen refleksi kasih keluarga, tetapi juga penguatan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Sulut ke depan. (*)


Komentar via Facebook