Gubernur Sulut YSK Diberi Kehormatan Emblem Adat Minahasa, Tonaas: Beliau Layak Disebut Tou Minahasa



Jakarta, AktualNusantsra– Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus SE, menerima penghargaan tertinggi adat Minahasa berupa emblem kebesaran dari Tonaas Romel Rumambi dalam sebuah acara penuh makna di Jakarta, Kamis (30/7/2025). Pemberian emblem ini menegaskan pengakuan masyarakat adat Minahasa atas dedikasi dan kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK) dalam melestarikan nilai-nilai budaya daerah.

Tonaas Romel Rumambi, yang juga dikenal sebagai ikon Dodutu Golf Club, secara khidmat memakaikan emblem adat tersebut langsung kepada Gubernur YSK. Emblem yang diberikan terdiri dari hiasan kepala bernuansa Minahasa, kalung, gelang kabasaran, serta cincin batu khas Minahasa buatan tangan Tonaas Samel. Gubernur terlihat begitu bangga mengenakannya, menandakan penghormatan mendalam terhadap warisan leluhur.

Tokoh agama Arthur Malonda menyampaikan apresiasi atas penganugerahan ini. Ia menegaskan bahwa Gubernur YSK layak menyandang gelar Tou Minahasa (orang Minahasa sejati) karena dilahirkan dari rahim perempuan Minahasa. "Sebagai putra berdarah Minahasa yang dipercaya memimpin, beliau akan terus berbuat yang terbaik bagi rakyat Sulut," ujar Malonda. Ia juga berharap suku-suku lain di Sulut memberikan dukungan penuh kepada pemimpin mereka.

Momen pemberian emblem ini turut dihadiri sejumlah tokoh Kawanua terkemuka di Jakarta, seperti Carlo Brix Tewu dan Johny Lumintang. Mereka menyatakan kebanggaan atas pengakuan adat yang diberikan kepada Gubernur YSK, menegaskan bahwa hal ini mencerminkan harmoni antara kepemimpinan modern dan kearifan lokal.

Gubernur YSK mengungkapkan rasa terhormatnya atas kepercayaan yang diberikan oleh para tetua adat. "Ini bukan sekadar penghargaan, tapi pengingat akan tanggung jawab besar untuk terus membangun Sulut dengan berpegang pada nilai-nilai kebersamaan dan keluhuran budaya," ujarnya penuh syukur.

Penganugerahan emblem adat ini berlangsung jelang peringatan HUT Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Indonesia yang digelar di Balai Sarbini Plaza Semanggi, Jumat (1/8/2025). Acara tersebut semakin mempererat tali persaudaraan warga Minahasa di perantauan dan di tanah kelahiran.

Arthur Malonda menambahkan doa dan harapan agar Gubernur YSK diberikan kesehatan dan kebijaksanaan dalam memimpin. "Semoga emblem adat ini menjadi penyemangat untuk terus mengedepankan keadilan, persatuan, dan pelestarian adat istiadat di Sulawesi Utara," tuturnya.

Pemberian emblem adat Minahasa kepada Gubernur YSK bukan hanya simbol penghargaan, tapi juga penegasan bahwa kepemimpinan yang baik selalu berdialog dengan akar budaya. Langkah ini diharapkan memacu semangat Mapalus (gotong royong) dalam pembangunan Sulut ke depan. (**)