Kapolres Bitung Pimpin Pengamanan Humanis Aksi Damai, Mediasi Berujung Kesepakatan



Bitung, AktualNusantara– Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., memimpin langsung pengamanan aksi unjuk rasa secara humanis yang digelar oleh Kelompok Pencari Keadilan terkait sengketa tanah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kelurahan Tanjung Merah. Aksi yang berlangsung damai di depan Gedung Pengadilan Negeri Bitung pada Selasa (2/9/2025) ini berhasil dimediasi dan menghasilkan kesepakatan bersama antara perwakilan massa dan pihak pengadilan.

Aksi damai tersebut dilakukan oleh warga yang menuntut penyelesaian persoalan tanah yang berada di dalam kawasan KEK. Massa berkumpul dengan tertib di depan pengadilan sambil membawa sejumlah poster berisi tuntutan mereka. Pengamanan dilakukan oleh Polres Bitung dengan pendekatan humanis guna memastikan situasi tetap kondusif.

Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai, hadir di lokasi untuk memantau langsung jalannya aksi dan memastikan tidak terjadi pelanggaran atau kerusuhan. Dalam kesempatan itu, ia didampingi oleh sejumlah perwira utama (PJU) Polres Bitung serta bekerjasama dengan personel Kodim dan Yonmarhanlan Bitung.

Perwakilan massa diterima secara langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Bitung Dr. Johanis Dairo Malo, S.H., M.H., didampingi Kapolres Bitung. Pertemuan tersebut dilakukan sebagai bentuk mediasi untuk mendengarkan secara langsung keluhan dan tuntutan yang disampaikan oleh para pengunjuk rasa.

Setelah melalui proses komunikasi intensif, tercapai kesepakatan antara perwakilan massa aksi dan Pengadilan Negeri Bitung. Hasil kesepakatan kemudian diumumkan langsung oleh Hakim Juru Bicara Pengadilan Negeri Bitung, Ervan Avandi, S.H., di hadapan seluruh peserta aksi. Pengumuman tersebut disambut dengan respon positif oleh massa.

Kapolres Bitung menyampaikan apresiasi atas sikap tertib dan damai yang ditunjukkan oleh para peserta aksi. “Kami mengucapkan terima kasih karena aksi berlangsung dengan kondusif. Mari kita jaga bersama Kota Bitung agar tetap aman sehingga perekonomian dapat berjalan lancar,” ujar Albert Zai. Ia juga menegaskan bahwa masyarakat Bitung dikenal sebagai masyarakat majemuk yang cinta kedamaian.

Operasi pengamanan aksi melibatkan 52 personel gabungan dari Polres Bitung, jajaran polsek, serta dibantu oleh personel Kodim dan Yonmarhanlan Bitung. Pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis dan persuasif, mengutamakan dialog serta preventif.

Aksi unjuk rasa berakhir dengan damai. Massa membubarkan diri secara tertib setelah tuntutan mereka mendapat respon dan kesepakatan dari pihak pengadilan. Tidak ada insiden ataupun kericuhan selama demonstrasi berlangsung.

Keberhasilan mediasi dan pengamanan humanis ini menunjukkan efektivitas kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah, dan peradilan dalam menyelesaikan konflik secara damai. Pendekatan dialogis dan transparan menjadi kunci terciptanya resolusi yang diterima semua pihak, sekaligus memperkuat stabilitas keamanan dan sosial di Kota Bitung. (Risky Ginting)