Mafia Solar Subsidi Rusak Kepercayaan Publik, PJS Sulut Desak Polda Bentuk Timsus Manado
Manado, AktualNusantara– Maraknya praktik penyalahgunaan BBM subsidi jenis solar di Sulawesi Utara memicu keprihatinan berbagai pihak. Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Sulut menilai aksi mafia solar tidak hanya merugikan negara, tetapi juga merusak citra penegak hukum di mata masyarakat.
Butje Lengkong, Ketua DPD PJS Sulut, mendesak Kapolda Sulut segera membentuk Tim Khusus (Timsus) untuk memberantas jaringan mafia tersebut. Menurutnya, praktik ilegal ini merupakan pelanggaran hukum yang harus ditindak tegas sebelum semakin meluas.
“Kami mendesak Kapolda Sulut segera bertindak dengan membentuk timsus pemberantasan mafia solar subsidi. Jika dibiarkan, kerugian negara akan semakin besar,” tegas Butje Lengkong, Rabu (6/8/2025).
Steven Pande-iroot, Sekretaris DPD PJS Sulut, menambahkan bahwa perilaku mafia BBM telah mencoreng citra aparat penegak hukum. Masyarakat mulai kehilangan kepercayaan terhadap institusi kepolisian jika praktik seperti ini terus terjadi tanpa penindakan serius.
Steven juga menyinggung visi Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas praktik mafia di sektor energi. Ia berharap Kapolda Sulut dapat mendukung cita-cita tersebut dengan mengambil langkah konkret, salah satunya melalui pembentukan timsus untuk mengusut tuntas kasus ini.
Penyalahgunaan solar subsidi dinilai sangat merugikan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah yang seharusnya menjadi prioritas penerima bantuan. Banyak solar subsidi justru dialihkan ke sektor industri atau dijual dengan harga lebih tinggi di pasar gelap.
PJS Sulut meminta kepolisian tidak hanya menindak para pelaku di lapangan, tetapi juga mengusut jaringan besar di balik praktik ini. Tanpa penanganan menyeluruh, mafia solar akan terus bermunculan dengan modus operandi yang semakin beragam.
Masyarakat Sulut diharapkan turut berperan aktif melaporkan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi. Dengan kerja sama antara penegak hukum dan warga, praktik mafia energi diharapkan bisa ditekan hingga ke akarnya. (**)


Komentar via Facebook