Matius Ratulangi: "Orang Sulut Mendambakan Aman, Damai, Nyaman, dan Sejahtera"



Manado, AktualNusantara – Matius Ratulangi, seorang praktisi hukum terkemuka di Sulawesi Utara, menyampaikan seruan tegas kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh undangan dan ajakan anarkis yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di wilayah Sulawesi Utara. Seruan ini disampaikan menyusul kekhawatiran terhadap maraknya aksi provokasi yang memanfaatkan situasi nasional, termasuk insiden di Jakarta yang mengakibatkan korban jiwa.

Ratulangi menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden yang terjadi di Jakarta, termasuk meninggalnya sejumlah pihak dalam aksi unjuk rasa. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa aparat penegak hukum telah mengambil langkah responsif dengan mendatangi keluarga korban dan proses hukum sedang berjalan. "Hukum sudah dijalankan, jadi jangan coba-coba praktik otak kotor di Sulut," tegasnya dalam pernyataan resmi.

Ratulangi secara khusus memperingatkan oknum-oknum yang menyebarkan konten provokatif dengan judul "Sulawesi Utara Menggugat." Ia menegaskan bahwa masyarakat Sulut sangat menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian dan tidak akan mentolerir upaya-upaya yang dapat memecah belah persatuan. "Sulawesi Utara bukan tempat untuk bekeng kaco (berbuat kerusakan)," imbuhnya dengan nada tegas.

Sebagai praktisi hukum, Ratulangi mengingatkan bahwa setiap tuntutan terhadap ketidakadilan harus disampaikan melalui saluran konstitusional yang sah, bukan dengan cara anarkis. Ia menegaskan bahwa aksi damai yang sesuai dengan koridor hukum adalah bentuk perjuangan yang benar, sementara tindakan merusak fasilitas umum atau menjarah hak orang lain adalah tindakan pengecut dan tidak bermoral.

Ratulangi mengimbau masyarakat Sulawesi Utara, khususnya di Manado, untuk tidak terpancing oleh ajakan anarkis. Ia menyerukan agar aspirasi disampaikan secara damai dan bermartabat, sehingga para pengunjuk rasa dapat disebut sebagai "pejuang kebenaran,."Sampaikan aspirasi dengan cara baik, agar anda disebut pejuang kebenaran bagi bangsa ini," ujarnya.

Seruan ini sejalan dengan pernyataan tokoh bangsa lainnya, termasuk Wakil Presiden RI ke-13 KH. Ma’ruf Amin, yang sebelumnya juga mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi dan menjaga persatuan bangsa . Ratulangi mendukung penuh langkah aparat untuk menindak tegas siapa pun yang melakukan kekerasan atau perusakan, termasuk anggota dewan yang terbukti melanggar hukum.

Seruan ini muncul dalam konteks nasional yang ditandai dengan sejumlah aksi unjuk rasa, termasuk aksi damai yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Anti Intoleransi Indonesia di Jakarta serta penolakan terhadap pemberian gelar pahlawan bagi Soeharto . Di tingkat lokal, Sulawesi Utara memiliki sejarah menjaga kerukunan, seperti upaya Gubernur Sulut yang mengajak warga berdamai dan tidak terprovokasi dalam menyikapi insiden pengrusakan tempat ibadah sebelumnya .

Ratulangi menutup pernyataannya dengan pesan perdamaian dan harapan untuk Sulawesi Utara yang lebih baik. "Orang Sulut mendambakan Sulut aman, damai, nyaman, dan sejahtera. Sekali lagi, jangan coba-coba bekeng kaco di Sulut. Serahkan semua pada pihak berwajib," pungkasnya. Seruan ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk menjaga harmoni dan keutuhan wilayah Sulawesi Utara.(**)