Sulut Bangkit, Jangan Terpecah! Malonda: Hoax Pengalihan dari Pembuktian Kerja Nyata Pemerintah



Sulut,AktualNusantara— Gelombang hoax sistematis yang menyerang Pemprov Sulut, Gubernur Yulius Selvanus, dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay berhasil dipatahkan oleh pemerhati masyarakat Arthur Malonda. Dalam konferensi persnya, Malonda mengungkap motif busuk di balik serangan ini dan mengajak masyarakat tidak terjebak provokasi.

Data resmi membuktikan Sulut sedang dalam momentum kemajuan: pertumbuhan ekonomi 5,9% (tertinggi di Kawasan Timur Indonesia), proyek jalan lingkar Manado capai 82% progres, dan kunjungan wisatawan asing melampaui target. Angka-angka ini bertolak belakang dengan narasi "pemerintah gagal" yang disebar oknum tak bertanggung jawab.

Malonda membeberkan modus operandi hoax: "Mereka mengambil satu kasus kecil seperti gagal panen di satu desa, lalu diglobalkan seolah seluruh kebijakan pertanian Sulut kolaps. Ini manipulasi data yang disengaja untuk menciptakan persepsi palsu."

"Seluruh konten negatif berasal dari 15 akun buzzer fiktif yang dikelola pihak bayaran di luar Sulut. Mereka sengaja menghindari verifikasi ke pemprov dan hanya menyebar kebencian," tegas Malonda sembari menunjukkan bukti forensik digital.

Serangan ini didalangi kelompok yang kehilangan pengaruh jelang periode 2025-2030. "Mereka sakit hati karena rakyat percaya pada kepemimpinan Yulius-Victor. Darah menyumbat jalan pembangunan," ujar Malonda.

Gubernur Yulius menegaskan keteguhan sikap: "Kami tidak akan goyah. Prioritas tetap pada percepatan proyek strategis seperti Pelabuhan Bitung Hub, 12.000 rumah murah, dan digitalisasi UMKM. Masyarakat adalah mitra kami."

Malonda mengingatkan: "Hoax sengaja dirancang memecah belah. Jika kita saling curiga, energi habis untuk konflik semu. Padahal, investor bisa kabur dan program padat karya terhambat."

"Verifikasi setiap informasi ke kanal resmi Diskominfo Sulut sebelum menyebarkan. Jangan jadi amplifier gratis bagi pemecah belah. Solidaritas kita adalah senjata terkuat," imbau Malonda.

Dengan dipatahkannya seluruh hoax dan konsistensi pembangunan, Sulut membuktikan dirinya tak mudah diombang-ambingkan kepentingan sempit. "Mari jadikan prestasi sebagai jawaban. Sulut milik kita bersama, bukan medan balas dendam," seru Malonda menutup.(**)