Serangan Besar Rusia Lumpuhkan Infrastruktur Energi Ukraina, Guncang Musim Dingin Ketiga Perang
Kyiv, Ukraine (AN) – Konflik Rusia-Ukraina kembali memanas setelah Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran yang menargetkan infrastruktur energi di seluruh Ukraina pada Kamis (28/11/2024).
Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim serangan tersebut sebagai balasan atas penggunaan rudal ATACMS buatan Amerika Serikat oleh Ukraina dalam serangan sebelumnya di wilayah Rusia.
“Kami telah menyerang 17 target, termasuk fasilitas militer, industri pertahanan, dan sistem pendukungnya,” ujar Putin dalam pertemuan keamanan di Kazakhstan. Meski demikian, ia tidak secara langsung mengakui serangan terhadap infrastruktur listrik Ukraina.
Krisis Energi di Ukraina
Serangan udara tersebut mengakibatkan lebih dari satu juta rumah tangga di Ukraina kehilangan pasokan listrik. Menteri Energi Ukraina, German Halushchenko, mengonfirmasi bahwa serangan ini menghantam jaringan energi di berbagai wilayah, memperburuk situasi menjelang musim dingin ketiga sejak perang dimulai.
Menurut Halushchenko, ini adalah serangan ke-11 Rusia terhadap infrastruktur energi Ukraina sepanjang tahun ini, yang menyebabkan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah, termasuk Lviv, Volyn, dan Rivne.
Dampak dan Cedera
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan bahwa Rusia menggunakan amunisi curah dalam serangan ini, membuat upaya penyelamatan dan perbaikan infrastruktur semakin sulit. “Serangan seperti ini hanya membuktikan bahwa Ukraina membutuhkan sistem pertahanan udara lebih banyak, yang langsung dapat menyelamatkan nyawa,” katanya.
Setidaknya lima orang dilaporkan terluka akibat serangan itu, termasuk satu orang di Vinnytsia, dua di Odesa, dan dua lainnya di Kyiv. Di Kharkiv, sebuah rudal menghantam area bisnis, menurut laporan otoritas setempat.
Serangan yang Meluas
Dalam serangan terbaru, Rusia meluncurkan sekitar 100 drone dan lebih dari 90 rudal yang menghantam 14 wilayah Ukraina. Di Kyiv, sirene peringatan berlangsung hingga sembilan jam, memaksa warga berlindung di stasiun metro. Meskipun tidak ada laporan korban jiwa di ibu kota, suasana tetap mencekam.
Valeriy Dorotiy, seorang warga Volyn, mengatakan bahwa setelah mendengar ledakan keras, listrik di wilayahnya langsung terputus. "Saya memiliki power bank untuk mengisi daya ponsel, tetapi saya tidak menyangka serangan seperti ini akan mencapai daerah kami," katanya.
Respon Internasional
Presiden AS Joe Biden mengecam serangan tersebut sebagai tindakan "mengerikan" yang menegaskan pentingnya mendukung Ukraina dalam menghadapi agresi Rusia. Zelensky kembali meminta bantuan dari sekutu untuk meningkatkan kapasitas pertahanan udara negaranya, mengingat serangan yang terus meningkat.
Ancaman Baru dari Rusia
Dalam pernyataannya, Putin memperingatkan kemungkinan penggunaan lebih lanjut rudal balistik baru Rusia, Oreshnik, yang sebelumnya digunakan untuk menyerang wilayah Dnipro. Ia juga menyatakan bahwa Rusia akan menargetkan fasilitas militer dan pusat pengambilan keputusan di Kyiv sebagai balasan atas penggunaan senjata buatan Barat oleh Ukraina.
Serangan ini menambah catatan panjang kekerasan yang menargetkan warga sipil dan infrastruktur penting, memperburuk kondisi kehidupan di Ukraina menjelang musim dingin yang semakin keras.


Komentar via Facebook