Perayaan Natal Jemaat Oikoumene Elim Marang Berjalan Lancar dan Penuh Hikmat
PALANGKARAYA, AktualNusantara – Jemaat Oikoumene Elim Marang menggelar Perayaan Natal dengan sederhana namun penuh sukacita dan hikmat. Ibadah Natal tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan dari lintas denominasi dan organisasi gereja. Antusiasme jemaat terlihat dari memadati gedung gereja hingga area pekarangan yang telah dipasang tenda besar.

Perayaan Natal ini menghadirkan Pdt. Tansian Gatang, M.Th., Gembala Gereja Betel Tabernakel, sebagai pengkhotbah utama. Selain itu, turut hadir Kepala Pembimas Kristen Protestan Kementerian Agama Kota Palangkaraya, Bapak Fajar Embang, S.Th., yang didampingi oleh Bapak Imanuel, ASN di lingkungan Kemenag Kota Palangkaraya. Keduanya juga menyampaikan pesan dan kesan Natal kepada seluruh jemaat.
Ibadah Natal mengangkat tema Natal jemaat yang sejalan dengan tema Natal yang ditetapkan oleh Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) tahun ini, yaitu “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21), dengan subtema “Kehadiran Allah Membawa Kuasa dan Mujizat bagi Keluarga yang Bersandar Sepenuhnya kepada Allah.”
Dalam khotbahnya, Pdt. Tansian Gatang menegaskan bahwa keluarga yang ingin menerima berkat Tuhan harus hidup dalam kasih, saling pengertian, dan saling menerima, meskipun memiliki perbedaan suku maupun latar belakang. Ia juga menekankan pentingnya ketaatan kepada Firman Tuhan dan pimpinan Roh Kudus, sebagaimana teladan Maria dan Yusuf yang setia dan taat hingga misi keselamatan Allah digenapi bagi umat manusia.
Sementara itu, Kepala Pembimas Kristen Protestan Kemenag Kota Palangkaraya, Bapak Fajar Embang, S.Th., dalam pesan Natalnya menyoroti pentingnya keluarga yang diberkati, salah satunya adalah keluarga yang terbebas dari masalah stunting dan kebodohan. Ia menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama stunting, yakni kondisi terhambatnya pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak, adalah pernikahan dini atau pernikahan pada usia yang belum matang.
Lebih lanjut, ia mengajak gereja-gereja untuk mendukung pemerintah dalam menyukseskan berbagai program pembangunan, termasuk program pencegahan stunting. Gereja juga diharapkan dapat berperan aktif melalui pelaporan tertulis terkait calon pengantin (catin) serta pelaporan data keanggotaan jemaat sebagai bentuk sinergi antara gereja dan pemerintah.
Gembala Sidang Jemaat Oikoumene Elim Marang, Pdt. Nahsyun Damar, S.Th., M.Pd., turut menyampaikan pesan Natal. Ia menegaskan bahwa di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian, umat Tuhan sangat membutuhkan sikap penundukan diri yang benar di hadapan Allah serta kepada para pemimpin, termasuk pemerintah.
Ia meneladankan kehidupan Maria dan Yusuf yang harus menghadapi kerasnya dunia, penolakan, ancaman, fitnah, dan penghinaan, namun tetap tunduk kepada kebenaran Allah. Melalui ketaatan tersebut, lahirlah Yesus Kristus, Anak Domba Allah yang menebus dosa manusia, Immanuel—Allah beserta kita.
Perayaan Natal Jemaat Oikoumene Elim Marang pun berlangsung dengan tertib, penuh damai, dan membawa penguatan iman bagi seluruh jemaat yang hadir. (Red)


Komentar via Facebook