Maemossa Serukan Persatuan Wartawan di HUT RI ke-80, Dukung Kongres PWI 2025



Sulut AktualNusantara- Pelaksana Tugas Ketua PWI Sulawesi Utara, Vanny "Maemossa" Loupatty, memancarkan semangat nasionalisme dalam peringatan Dirgahayu Republik Indonesia ke-80 tahun. Dalam pesannya yang disampaikan pada 17 Agustus 2025, ia menegaskan bahwa kemerdekaan bukan hanya seremoni, melainkan amanah untuk terus membangun bangsa melalui peran aktif insan pers.

Loupatty mengajak seluruh jurnalis mengobarkan kembali nilai persatuan sebagai fondasi kemajuan Indonesia. "Delapan puluh tahun merdeka adalah bukti ketangguhan bangsa. Saatnya kita jadikan momen ini pijakan meningkatkan pengabdian," ujarnya, menekankan bahwa profesi wartawan memikul tanggung jawab strategis dalam merawat kedaulatan.

Lebih lanjut, ia menegaskan kemerdekaan sebagai simbol kedaulatan yang wajib dijaga dengan gotong royong dan Bhinneka Tunggal Ika. "Kemerdekaan adalah titipan generasi pejuang. Mari perbarui tekad menuju Indonesia adil-sejahtera," tambahnya, seraya mengingatkan bahwa tantangan global membutuhkan solidaritas tanpa sekat.

Tak hanya menyampaikan ucapan selamat, Loupatty juga menggalang dukungan penuh untuk Kongres PWI 2025 yang digelar akhir Agustus di BPPTIK Komdigi, Cikarang. Kongres ini disebutnya sebagai momentum krusial untuk memantapkan peran organisasi wartawan terbesar di Indonesia dalam dinamika demokrasi.

"Kami mengimbau seluruh anggota PWI Sulut bersatu mendukung suksesnya kongres," tegasnya. Ia menambahkan, partisipasi aktif daerah diperlukan guna menghasilkan keputusan strategis yang menyinergikan etika jurnalistik dengan perkembangan teknologi digital.

Dalam konteks kekinian, Loupatty menyoroti meningkatnya tantangan profesi wartawan, mulai dari disrupsi digital hingga tekanan ekonomi. Oleh karena itu, kongres 2025 diharapkan menjadi wahana memperkuat martabat insan pers sekaligus menjawab kebutuhan peliputan berbasis inovasi.

Komitmen PWI Sulut, menurutnya, mencakup dua poros utama: menjaga marwah jurnalisme independen dan memperkokoh persatuan bangsa. "Wartawan adalah pilar demokrasi. Di usia 80 tahun RI, kita harus tampil lebih matang dan disegani," imbuhnya.

Sebagai penutup, Loupatty memanjatkan harapan agar Indonesia terus bersinar di kancah global. "Dirgahayu ke-80, Indonesiaku! Mari wujudkan cita-cita kolektif: negeri berdaya saing, berdaulat, dan manusiawinya terjaga," pungkasnya, mengiringi langkah pers menuju kongres yang dinanti sebagai babak baru sejarah organisasi. (**)