Wujud Pengabdian Nyata,FEB Unsrat Dampingi Lansia Desa Pinasungkulan Kembangkan UMKM
Minahasa - AktualNusantara, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado kembali menunjukkan komitmen nyata dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kali ini, FEB Unsrat melaksanakan program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dikelola oleh kelompok lansia di Desa Pinasungkulan, Jumat 05/09/2025.
Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Een N Walewangko, SE, MSi, sebagai Ketua Tim PKM, dengan anggota Dr. Greis Sendow, SE, MAB, dan Wensy. F. I Rompas, SE, MSi. Pelaksanaan program berjalan berkat kerjasama yang baik dengan Pemerintah Desa Pinasungkulan dan disambut antusias oleh Hukum Tua setempat, Bpk. Jackly C Kansil.
Menurut Dr. Een N Walewangko, program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para lansia melalui pendekatan ekonomi. “Kami ingin membantu Lansia di Desa Pinasungkulan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan mereka dalam mengelola UMKM. Dengan demikian, mereka dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka secara mandiri,” jelasnya.
Program PKM ini mencakup serangkaian pelatihan dan pendampingan intensif yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan UMKM lansia. Materi yang diberikan meliputi pelatihan manajemen keuangan sederhana, strategi pemasaran yang efektif, dan peningkatan kualitas produksi.
Sambutan hangat datang dari masyarakat. Bpk. Ben Oni Jacobus, salah satu peserta lansia, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan FEB Unsrat Manado dalam memberdayakan UMKM Lansia di sini. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Desa Pinasungkulan,” ujarnya.
Hukum Tua Desa Pinasungkulan, Bpk. Jackly C Kansil, juga menyampaikan apresiasi dan harapannya. “Kehadiran program PKM FEB Unsrat ini diharapkan dapat mendorong masyarakat, khususnya lansia, untuk mengembangkan potensi produk lokal yang melimpah di desa kami, seperti pisang, ubi, dan ikan. Dengan pendampingan dari tim, produk-produk ini dapat diolah dan dikemas dengan lebih baik sehingga nilai jualnya meningkat dan dapat menambah pendapatan masyarakat,” ujar Jackly.
Program ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak ekonomi jangka pendek, tetapi juga menciptakan sustainability usaha bagi para lansia serta menjadi model pemberdayaan yang dapat diterapkan di desa-desa lainnya. Tegas orang nomor satu Pinasungkulan.
(Viks)


Komentar via Facebook