Gubernur Sulut Resmikan Gedung Laboratorium BSL-2, Tingkatkan Layanan Kesehatan di Kawasan Timur Indonesia
Manado, AktualNusantara-Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., secara resmi meresmikan Gedung Laboratorium Biosafety Level 2 (BSL-2) milik UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Daerah Sulut pada Kamis (9/5). Acara yang digelar di kompleks Dinas Kesehatan Provinsi Sulut ini dihadiri sejumlah pejabat tinggi daerah, termasuk Wakil Gubernur Dr. Victor Mailangkay, S.H., M.H., Ketua TP-PKK Sulut Anik Fitri Wandriani, serta Sekretaris TP-PKK Ny. Dr. Merry Mailangkay-Kalalo, S.H., M.H.
Dalam sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus menyatakan bahwa laboratorium berstandar internasional ini tidak hanya akan memperkuat layanan kesehatan di Sulut, tetapi juga menjadi pusat rujukan bagi Provinsi Maluku Utara dan Gorontalo. “Laboratorium ini adalah garda terdepan dalam mendeteksi dan menangani penyakit menular, seperti TBC, yang menjadi fokus Presiden. Pelayanan publik harus tetap ramah dan mengedepankan aspek kemanusiaan,” tegasnya.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan dini terhadap penyebaran penyakit, dimulai dari lingkungan keluarga. Ia mencontohkan kecepatan penularan COVID-19 sebagai pembelajaran untuk meningkatkan sistem surveilans dan deteksi proaktif. “Peran Dinas Kesehatan, mulai dari puskesmas hingga laboratorium, sangat vital. Saya minta komunikasi dengan pemerintah pusat diperkuat guna memenuhi kebutuhan alat kesehatan yang saat ini baru terpenuhi 30%,” ujarnya.
Selvanus berharap 70% kekurangan peralatan segera dipenuhi agar laboratorium dapat beroperasi maksimal melayani masyarakat dari berbagai daerah. Ia juga mendorong penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) ketat untuk mencegah risiko penularan. “Penggunaan masker, sarung tangan, dan hand sanitizer wajib menjadi standar bagi tenaga kesehatan demi melindungi diri dan masyarakat,” tambahnya.
Di akhir acara, Gubernur mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan laboratorium, termasuk jajaran Dinas Kesehatan, kontraktor, dan mitra kerja. Kehadiran Laboratorium BSL-2 ini diharapkan menjadi lompatan besar dalam meningkatkan kapasitas diagnosis, penanganan wabah, serta kualitas layanan kesehatan di wilayah Indonesia Timur.


Komentar via Facebook