Peneguhan Gembala Baru Gereja Bethany Mokupa, Senator Maya Rumantir: Hamba Tuhan Harus Jadi Contoh Moral
Mokupa, AktualNusantara — Suasana penuh sukacita mewarnai ibadah peneguhan dan pengutusan Gembala Gereja Bethany Indonesia Jemaat "Mokupa" yang berlangsung Minggu (22/6/2025) di New Mokupa Resort.


Ibadah ini dipimpin langsung oleh Ketua Departemen Misi dan Penginjilan Gereja Bethany Indonesia Wanea Plaza Manado, Pdt. Ronny Luntungan, SH, MH.

Dalam ibadah yang dihadiri ratusan jemaat dan undangan ini, Pdt. Victor Tambahani resmi diteguhkan dan diutus sebagai Gembala Jemaat Bethany Mokupa, menggantikan Pdt. Harold Samperante yang sebelumnya melayani sebagai gembala Pos PI Mokupa selama lebih dari satu tahun.


Seiring dengan peneguhan ini, Pos PI Bethany Mokupa kini resmi menjadi gereja lokal yang bernaung di bawah Gereja Bethany Indonesia Wanea Plaza Manado.


Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya para hamba Tuhan dari Gereja Bethany Indonesia Wanea Plaza Manado, Plt. Hukum Tua Desa Mokupa, perangkat Jaga V, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Rektor STT Filadelfia Langowan Pdt. Dr. Tat Surentu, S.Th., M.Div.
Hadir pula Anggota DPD RI Dr. Maya Rumantir, MA, Ph.D., yang juga dikenal sebagai Dewan Pembina Pusat Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI).
Dalam arahannya, Senator Maya Rumantir menyampaikan pesan yang mendalam kepada para pelayan Tuhan dan seluruh jemaat.
"Hamba Tuhan harus menjadi contoh moral dalam segala aspek kehidupan, sebab kotbah hidup adalah perilaku keseharian kita," ujar Maya.
Ia mengingatkan bahwa seorang hamba Tuhan bukanlah pribadi yang membawa masalah, melainkan harus menjadi sosok yang membawa solusi, baik dalam kehidupan bergereja maupun bermasyarakat.
Menurut Maya, keberhasilan pelayanan seorang hamba Tuhan juga sangat dipengaruhi oleh keluarganya.
"Hamba Tuhan harus terlebih dahulu memenangkan orang-orang di sekitarnya. Banyak kejadian seorang Hamba Tuhan tercemar pelayanannya karena ulah istri atau suami, dan anak-anak yang belum dimenangkan," pesannya.
Selain itu, Maya menegaskan pentingnya hidup dalam doa dan rasa syukur.
"Perbanyak doa dan selalu mengucap syukur. Hidup sederhana bukan berarti miskin — gumuli terus soal kebutuhan hidup, bukan keinginan daging. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera (Roma 8:6). Percaya! Tuhan akan membukakan tingkap-tingkap langit bagi orang yang bersandar dan berserah kepada-Nya."
Maya juga menekankan peran penting seorang hamba Tuhan sebagai suara kenabian di tengah jemaat, terutama ketika jemaat menghadapi ketidakadilan dalam kehidupan sosial.
"Seorang Hamba Tuhan juga harus berani menyuarakan suara kenabian apabila jemaatnya diperlakukan tak adil dalam kehidupan sosialnya, misalnya dikriminalisasi," tegasnya.
Peneguhan dan pengutusan ini menjadi momen bersejarah bagi Jemaat Bethany Mokupa, sebagai awal perjalanan pelayanan yang lebih luas bagi Pdt. Victor Tambahani dan seluruh jemaat yang ada. (Recky/ Reyntje)


Komentar via Facebook