Perayaan Tulude 2025 di Manado: Menjaga Tradisi, Mempererat Persaudaraan
Manado, AktualNusantara – Perayaan Tulude 2025 di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) 45 Manado pada Kamis (27/2/2025) berlangsung meriah. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Yani Lukas, yang mewakili Gubernur Sulut, Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus SE.
Dalam sambutannya, Yani Lukas menegaskan bahwa Tulude bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah wujud syukur kepada Tuhan atas berkat yang telah diterima sepanjang tahun.
Ia juga menekankan pentingnya perayaan ini dalam mempererat hubungan sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat. “Lebih dari sekadar perayaan, ini adalah cara kita mengungkapkan rasa syukur atas segala hal yang telah kita terima, baik yang besar maupun yang kecil,” ujarnya.
Selain itu, Yani menyoroti tantangan globalisasi yang dapat memengaruhi kelestarian budaya lokal. Ia mengingatkan bahwa mempertahankan tradisi leluhur adalah bagian dari identitas masyarakat Sulawesi Utara. “Kita hidup di zaman yang penuh tantangan globalisasi, namun kita tidak boleh melupakan akar budaya kita. Justru, di tengah perubahan ini, kita harus semakin kuat dalam menjaga dan melestarikan tradisi leluhur,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia berharap Tulude dapat menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, meningkatkan sinergi, dan mendorong kerja sama di antara masyarakat Nusa Utara. “Mari kita jadikan perayaan ini sebagai kesempatan untuk saling mendukung dan bekerja sama demi kemajuan bersama. Semoga daerah kita semakin maju, sejahtera, dan tetap berbudaya,” tutupnya.
Acara ini juga dihadiri oleh Ketua IKISST Sulut, Prof. Orbanus Naharia, Sekda Kota Manado, Dr. Micler Lakat, SH, MH, Kolonel Laut (KH) Ir. F.V. Jacobus, Sekretaris IKISST Sulut, Stenly Patimbano, Ketua IKISST Kota Manado, Pontowuisang Kakauhe, serta sejumlah tokoh masyarakat, pemuka agama, budayawan, seniman, unsur Polri, dan tamu undangan lainnya.
Perayaan Tulude tahun ini berlangsung dengan khidmat dan penuh makna, menampilkan berbagai rangkaian acara budaya khas Nusa Utara, termasuk prosesi adat sebagai simbol penghormatan terhadap warisan leluhur. (JS)


Komentar via Facebook