HRW: Hamas dan Kelompok Bersenjata Palestina Lakukan Ratusan Kejahatan Perang pada 7 Oktober
INTERNASIONAL, AktualNusantara - Human Rights Watch (HRW) melaporkan bahwa Hamas dan kelompok bersenjata Palestina lainnya melakukan ratusan kejahatan perang dalam serangan mendadak pada 7 Oktober di Israel. Kejahatan tersebut termasuk serangan terhadap warga sipil, pembunuhan, penyiksaan, kekerasan seksual, dan penyanderaan. Laporan ini menekankan serangan yang sangat terorganisir dan terkoordinasi.
Menurut laporan HRW yang dirilis dari media France24 pada Rabu (17/7/2024), pejuang Palestina menembaki warga sipil secara langsung, melempar granat, membakar rumah, dan menyiksa orang-orang di tempat penampungan. HRW juga menemukan bukti kekerasan seksual, termasuk pemaksaan ketelanjangan dan penyebaran gambar seksual tanpa izin di media sosial. Tingkat kekerasan seksual yang sebenarnya mungkin tidak akan pernah diketahui sepenuhnya karena berbagai faktor.
Dalam laporan tersebut, HRW mencatat sejumlah kejahatan di bawah hukum internasional yang dilanggar oleh Hamas dan sekutunya. "Tidak mungkin bagi kami untuk menentukan jumlah spesifik dari kejadian-kejadian tersebut," ujar Belkis Wille, Associate Director HRW, dalam konferensi pers. "Namun jelas ada ratusan kejahatan pada hari itu."
Hamas dengan tegas menolak laporan tersebut dan menuntut HRW menariknya serta meminta maaf. Mereka menuduh HRW berpihak pada Israel dan kurang profesional dalam penyusunan laporan.
Serangan ini menyebabkan 1.195 kematian, sebagian besar warga sipil, dan menyandera 251 orang. Israel merespons dengan serangan militer yang telah menewaskan lebih dari 38.664 orang di Gaza, sebagian besar juga warga sipil. Laporan HRW hanya mencakup peristiwa pada 7 Oktober dan tidak mencakup konflik berikutnya.
Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional telah meminta surat perintah penangkapan terhadap pemimpin Hamas, termasuk Ismail Haniyeh dan Yahya Sinwar, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Jaksa juga mencari surat perintah terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan.


Komentar via Facebook