Peningkatan Aktivitas Vulkanik Gunung Lokon di Tomohon, Masyarakat Diminta Waspada



Gunung Lokon (Sumber: Wikipedia)

Tomohon, AktualNusantara – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi merilis informasi terbaru terkait peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Lokon yang terletak di Kota Tomohon, Sulawesi Utara pada Jumat (8/112024).

Berdasarkan data dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Kakaskasen, peningkatan gempa vulkanik dangkal telah terpantau sejak awal November 2024, dengan lonjakan signifikan pada 7 November yang mencatat hingga 55 kejadian gempa per hari.

Meskipun visual asap kawah masih stabil pada ketinggian 10-50 meter, data instrumental menunjukkan adanya peningkatan tekanan di permukaan akibat aktivitas vulkanik ini.

Gunung Lokon terakhir kali meletus pada tahun 2011, yang mengakibatkan lontaran material pijar dan abu vulkanik. Sejak Agustus 2023, gunung ini berada pada status Level II atau “Waspada,” dan status ini belum mengalami perubahan meskipun aktivitas kegempaan meningkat.

Potensi Bahaya dan Rekomendasi untuk Masyarakat

Menurut Badan Geologi, aktivitas gunung ini menimbulkan potensi terjadinya erupsi freatik yang dipicu oleh kontak magma dengan air hidrotermal. Erupsi ini bisa berlangsung tiba-tiba dan menghasilkan lontaran material pijar berupa lapilli, bongkah, serta hujan abu tebal.

Badan Geologi juga memperingatkan kemungkinan munculnya erupsi freatomagmatik, yang dapat disertai aliran awan panas.

Sebagai langkah antisipatif, masyarakat serta wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 2,5 kilometer dari kawah Tompaluan, pusat aktivitas Gunung Lokon. Selain itu, warga diminta untuk tetap berada di dalam rumah saat terjadi hujan abu dan menggunakan masker serta kacamata pelindung jika berada di luar.

Selain ancaman langsung dari erupsi, terdapat pula risiko lahar di sungai-sungai yang berhulu dari Gunung Lokon, terutama pada musim penghujan. Masyarakat di sekitar aliran sungai dihimbau untuk selalu waspada terhadap kemungkinan ini.

Pihak Kementerian ESDM menyatakan bahwa pemantauan intensif akan terus dilakukan dan perkembangan terbaru akan segera diinformasikan kepada masyarakat. Diharapkan masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan serta rekomendasi yang telah diberikan oleh otoritas terkait untuk menghindari risiko bahaya yang mungkin ditimbulkan dari peningkatan aktivitas Gunung Lokon.

Redaksi - Media Online Harian